.::RasululLah & InSaN2 YanG meNurUTi Baginda SAW::.

Untuk apa-apa bicara berkaitan aqidah Islam.
Pengendali :: g@y@t

Postby fikrah_islami on Tue Feb 01, 2005 5:12 pm

assalamu'alaikum.. :)

muhasabah diriiiiii.. :)

Mujahida V.2
by Umm Zaid

I am Khadijah
I was the first believer
stood strong and supported my man
when the world was against him
kept my back straight and survived
dignity by the caravan full
I believe in something greater than myself
I believe in something you can't see
and
I am more than you imagined

I am `Ai'isha
stood my ground against the slander
perpetrated against me
never bent having trust that
the truth would be Revealed
don't need you to like me
`cuz my love for my Lord is
more than enough to
sustain me through half-date days
uh-huh, that's right --
I am more than you ever imagined.

No, I was never the mystery you created for me,
yet I've never been that easy for you to figure out.
I am Muslim woman, hear me roar,
700 million is too many for you to ignore.

You can find me

in Cairo struggling
to survive in the City of the Dead
dead-end job
where anger rises out of Upper Egypt
where desert dust rises to choke the young

over in Jakarta stitching
together $150 sneakers for the NBA
getting paid $2 a day
while restlessness burns
the country around me

up in Tehran chador debating
the finer points
of foreign policy and culture and the new Iranian cinema
looking forward to a brighter future
recovering from a war that cost us our fathers and brothers

down in Jenin arms reaching
towards heaven
screaming for my sons and daughters and land
throat burning rough and jagged
tears scorching hot and ragged
Mother of the Stones
rough and jagged in my hands
like rocks we used to clear
before planting our land

back in Istanbul standing
before soldiers with guns aimed at me
forbidden an education because
I have chosen not to reveal a thing
on trial for treason because I've kept myself a secret

there in Baghdad begging
journalists for
cans of milk to feed my child
suspended between fear and numbness
I lost the ability to be shocked and awed years ago
there is only sadness and the struggle to live and that
tiny corner of peace in the morning when fajr is called

here in New York where I'm part of the fabric
and I'm not
and all they care about is the
fabric on my head
stressing on the way I'm dressing
blame is assigned easily, but I swear,
I was washing dishes in my kitchen
that morning,
I had nothing to do with it,
I disassociate myself,
I disavow myself,
I'm not one of them,
I'm you
don't you know me?
Didn't we go for coffee together in college?
Haven't I been your neighbor for years?

in all of your myths I'm voiceless
but the truth is louder than words

you can stop lifting the veil
going behind the burq'a
stop trying to pay a price for my honor
and adding up 9 parts of desire
no need to go in search of Islamic feminism
it's the radical belief that Islam defines us as dignity
and commands our men to honor that
I'm only a veiled threat to your mindset and
it's time for a new paradigm
we can get beyond the veil
as soon as you acknowledge that
a woman wearing a face veil
can be just as complex and intelligent
as the woman who lets it all hang out
and if you wanna know about
the forgotten queens of Islam
I'm right here
and in Cairo Jakarta Tehran Palestine Istanbul Baghdad
Islamabad Herat Kuala Lampur Sarajevo Fez `Amman Dearborn
Bradford Toronto and New York

Wherever you go, there you'll find me
sister, wife, daughter, mother, friend
more than a terrorist's mate
more than a scarf
more than one wife of many
more than a green card special

I lay claim to my inheritance
I am the daughter of the warrior Nusaybah
I am the daughter of Belqis the Queen of Sheba
I am the daughter of the scholar Umm Hani
I am the daughter of the zahida Rab'ia
I am the daughter of the poet Maysun bint Bahdal

wife of the khulafa,
sister of the scholars,
mother of the martyrs,

I was never the mystery you created for me,
yet have never been that easy to pin down.

I believe in something greater than myself,
something you can't see,
my love for my Lord
has always been enough to sustain me.
I am Muslim woman hear me roar,
700 million is far too many for you to ignore.

March 2003
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Mari mengenal diri Rasulullah

Postby Abu rara bin imam on Thu Feb 03, 2005 4:32 pm

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

mari ikhwah fillah mengenal diri Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam, agar kita semakin rindu padanya.

FISIK ROSUL SAW

BERWAJAH TAMPAN
Rasulullah adalah manusia yg paling tampan dan paling baik kondisi fisiknya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek (Mutafaq 'Alaih)

BERKULIT PUTIH DAN BERWAJAH BERSIH
Rasulullah itu berkulit putih dan berwajah tampan. (HR. Muslim)

BERBAHU LAPANG SERTA BERJENGGOT DAN BERAMBUT LEBAT
Rasulullah memiliki postur tubuh ideal, bahu yang lapang, berjenggot lebat dan pangkalnya kemerahan, berambut lebat sampai cuping telinga. Aku pernah melihat beliau berpakaian merah, beliau pernah kulihat orang lebih tampan dari beliau. (HR. Bukhari)

KEPALA, TANGAN DAN KAKI BELIAU BESAR
Rasulullah SAW memiliki kepala, dua tangan dan kaki yang besar-besar, berwajah tampah, belum pernah kulihat orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya. (HR. Bukhari)

Wajah beliau SAW seperti matahari dan bulan, berbentuk bulat (HR. Muslim)

WAJAH BELIAU KETIKA BERGEMBIRA
Bila Rasulullah SAW sedang bergembira, wajah beliau terlihat cerah seperti bulan dan kami tahu hal itu. (MUtafaq 'Alaih)

MATA ROSUL
Rasulullah SAW tidak tertawa kecuali sekedar tersenyum, bila kamu melihatnya akan berkomentar mata beliau bercelak, padahal beliau tidak memakainya. (HR. Tirmidzi hadits hasan)

TAWA ROSUL
Diriwayatkan dari Aisyah ra. : "Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak sampai terlihat langit-langit mulutnya, tertawanya hanya tersenyum." (HR. Bukhari)

KEELOKAN WAJAH ROSUL
Dari Jabir bin Samurah ra : "Saya pernah melihat Rasulullah SAW pada malam bulan purnama, aku melihat Rasulullah SAW lalu melihat bulan, sedangkan beliau mengenakan pakaian merah. Menurutku beliau lebih elok daripada bulan." (HR. Tirmidzi, Hadits hasan hharib. Disahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

INDAHNYA SIFAT ROSUL
tergambar dalam syair berikut
"Putih wajahnya
Diminta hujan dengan wajahnya
Pemberi makan anak yatim dan pelindung janda"

Syair ini ucapan Abu Thalib yang dilantunkan oleh Ibnu Umar dan sahabat yg lain ketika kaum muslimin tertimpa musim kemarau. Lantas Rasulullah berdoa untuk mereka: "Ya Allah! Hujanilah kami." Lalu turunlah hujan. (HR. Bukhari)

Maksudnya, Rasulullah disifati sebagai putih wajahnya diminta oleh orang-orang agar memohon kepada Allah dengan wasilah wajah beliau yang mulia dan doa beliau, agar Dia menurunkan hujan kepada mereka. Itu terjadi ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah wafat, Khalifah Umar ra berwasilah dengan Al-Abas agar berdoa supaya Allah menurunkan hujan, dan bukan berwasilah dengan Rasulullah yg telah wafat.

Seseorang dari Bani Kinanah bersyair:
"Bagi-Mu pujian dari insan yang bersyukur
Diturunkan hujan kepada kami berkat wajah Nabi
Dia berdoa kepada Allah, Khaliqnya
Dengan doa yang menjadikan mata tertunduk
Secepat lambaian sorban, bahkan lebih cepat
Kami telah melihat hujan bak mutiara berjatuhan
Jadilah beliau seperti kata pamannya, Abu Thalib
Berwajah putih nan bersih
Dengannya Allah menyiramkan awan
Inilah kesaksian tentang berita itu
Siapa bersyukur kepada Allah, akan mendapat tambahan
Dan siapa ingkar kepada Allah, akan mendapat murka."

wal ilmu indallah

wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebaik-baik generasi adalah generasiku (Rasulullah & Para sahabatnya ), Kemudian orang-orang sesudah mereka,( Tabi'in ), Kemudian orang-orang sesudah mereka( Tabiu't tabi'in ). HR Bukhari IV/189,Muslim VII/184-185,Ahmad I/424 dll.
Abu rara bin imam
Ahli
Ahli
 
Posts: 4
Joined: Wed Feb 02, 2005 4:57 pm
Location: Indonesia

Postby fikrah_islami on Sat Feb 05, 2005 4:28 pm

assalamu'alaikum.. :)

Syukran jazilan Abu rara bin imam..

Rindunya kat Rasul SAW..isk!
Berikanlah kami syafaatmu Ya Rasul ALLAH..


Syukran.. :)
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Tue Feb 08, 2005 5:36 pm

mimpi yang mendidik :)


MIMPI RASULLULAH SAW

Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad SAW
bersabda:

"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang
menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan...

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatangi oleh
malaikatul maut dengan keadaan yang amat mengerunkan untuk mengambil
nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh
KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang
amat menyiksakan, maka ia telah diselamatkan oleh berkat
WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh
syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan
berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.


4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat
daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan
rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG
KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK
telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia
mendatangi satu telaga dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah
pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum
hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang
sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir,
maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil
memimpinnya ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadaan gelap gelita
disekelilingnya, sedangkan dia sendiri didalam keadaan binggung, maka
datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu
mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang menderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin
tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT
SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu
menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka
dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukannya,
maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT
lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.



yahoogroup..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Mon Feb 14, 2005 5:27 pm

muhasabah diriiiii

Allah's Messenger (peace be upon him) said,

"The martyr receives six good things from Allah:
he is forgiven at the first shedding of his blood;
he is shown his abode in Paradise;
he is preserved from the punishment in the grave;
he is kept safe from the greatest terror;
he has placed on his head the crown of honour,
a ruby of which is better than the world and what it contains;
he is married to seventy-two wives of the maidens with large dark eyes;
and is made intercessor for seventy of his relatives."

[HR Al Tirmidhi]
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Mon May 16, 2005 10:20 am

assalamu'alaikum.. :)

muhasabah diriiiiiiiiiiiiiiiiii..

The Prophet said,
"None of you will have faith till he wishes for his (Muslim) brother what
he likes for himself.

[Sahih Al-Bukhari Hadith 1.12 Narrated by Anas]


.....
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Mon May 16, 2005 11:51 am

assalamu'alaikum..

role model.. :)

Her Universal Role

'A'ishah: A Paragon of Islamic Activism

By Sheikh Ahmad Kutty
April 24, 2005



'A'ishah, the mother of the faithful, exemplifies the character of a Muslim
nurtured from an early age in a pristine Islamic environment. Having been
educated by the best of all teachers, the messenger of Allah, she serves
as a role model for the perfection that Muslims can aspire for and attain.

It is actually a multifaceted role that the life of 'A'ishah provides us with.
They range from the private to the public and from the domestic to the scholarly.
Among these roles was the ever important one of being a mother of the faithful
and as such, she manifested the best of Islamic ideals as outlined in the Qur'an.
Generosity, selflessness, honesty and the pursuit of justice and truth were among
the ideals more prominent in 'A'ishah's character.

As a student, she rose from an intelligent youth, with a critical and probing mind
to a highly effective and successful teacher, scholar and jurist, who held firm
and bold views in all of the vital areas of Islamic knowledge such as tafsir, hadith,
fiqh, Islamic history, nuances of Arabic language, etc. One of her hallmarks was
being courageous and forthright in expressing these views. 'A'ishah's
assertiveness, confidence and outspokenness for standing up for what she believed
to be true and right explodes the stereotype prevailing even among Muslims today
of the "rightful" role for Muslim women - that of being a silent witness prevented by
her femininity from participating in the real live of the community.

Her unparalleled insight into the daily life of the messenger of Allah as well as
the independence of her thought and character brought her life into sharp focus
from other personalities of the time.

'A'ishah's Background

While 'A'ishah's full name was 'A'ishah bint Abi Bakr al-siddiq, she was more
commonly known as 'A'ishah bint al-Siddiq as well as al-Ssiddiqhah bint al-Ssiddiq
(the truthful daughter of the truthful).
The Prophet, peace be upon him, nicknamed
her Umm Abd Allah because of her special care for her nephew
Abd Alalh b. al-Zubayr.

She grew up in a pure Islamic environment as both her parents had embraced
Islam early in the Prophet's mission. As she states,
"since my age of discernment, I was conditioned on seeing my parents
practising only Islam"
. The experiences of the early years of Islam left
vivid impressions on her extremely sensitive consciousness and helped
shape her character and personality. From a very young age she
acquired a firm faith in Islam and a keen spirit of sacrifice for truth, as
well as a deep revulsion for infidelity and pagan ways.

As a Mother of the Faithful


'A'ishah was the only virgin that the Prophet, peace be upon him, ever married.
Her marriage to him was inspired by Allah, and took place at a very early age -
not out of the ordinary according to the customs of the Arabs, Hebrews and other
nations of that time. While there is a tendency to dwell on this fact, it would be
amiss to judge the Prophet's marriage to 'A'ishah by our current cultural standards.
The Prophet's marriages cannot be detached from his mission; they had the
dual function of uniting the Arabs into a single nation, as well as transmitting legacy
of his knowledge and wisdom to the posterity as stated in the Qur'an.
'A'ishah by both her nature and her nurture was the most qualified to fulfill this role
of being an authentic transmitter of the Prophet's legacy-a fact confirmed by
the statements of scholars, past and the present. And she did this by living her
formative years at the Prophet's side.

'A'ishah's deep love for the Prophet, peace be upon him,
caused her to be jealous of his other wives as her heart was singularly
attached to him. The Prophet also reciprocated this love by showing
towards her such intense feelings of love that it became legendary among
the companions. Anas remarked that "the first expression of love in
Islam was the love of the Prophet towards his wife 'A'ishah!"


The Prophet's love for her was not purely based on his physical attractions
to her which we have no reason to doubt, but even more so it was due to the
role destined to her as an unbroken link in the chain of transmission of the
Prophetic legacy. The unique signs of this role were expressed in the fact that
while he received revelations from Allah while he was with 'A'ishah, this was
not the case while he was with any of his other wives and, no other wives of
the Prophet, peace be upon him, saw the Angel Jibreel as 'A'ishah did.
This was stated by the Prophet peace be upon him, as a sign of the divine
honour bestowed on 'A'ishah.

'A'ishah was singularly known to have been a conduit of divine mercy as her
trials and tribulations and her attitude of self-surrender merited the revelation of
several verses. These verses are enshrined in the Quran to serve as inspiration
for all generations to come. The sahabah often recognized the divine grace
manifested through her as some of them testified explaining the verse
concerning tayammum which had been revealed in connection with an ordeal
faced by 'A'ishah. It is significant that Allah extols her purity, modesty and piety
for all to recite (see the verses in surat al-Noor especially: 24: 23; 26).

'A'ishah typified the best ideals expressed in the following verse: "Muslim men
and women, believing men and women, obedient men and women, truthful men
and women, patient men and women, humble men and women, charity-giving men
and women, and those men and women who remember Allah abundantly,
for them Allah has prepared forgiveness and an immense reward." (Qur'an: 33: 35).


Her Piety and Asceticism


While she was born into a highly respectable family with wealth, fame and status
(as Abu Bakr was a man of abundant means) and in spite of being brought up
with comfortable living conditions, 'A'ishah bore patiently the hardships, simplicity
and ascetic life-style of the Prophet, peace be upon him. Allah had given the
Prophet's wives the choice to bear patiently the harsh life-style they were
accustomed to with the Prophet, peace be upon him, in preference for Allah and
His Messenger and the Hereafter, or choose a life of this world and part their
ways honourably with sufficient alimony. Each wife selected the former.

With her choice to live a life of utter simplicity and asceticism, 'A'ishah ate little and
drank little, and preferred to wear tattered clothes her whole life, giving away in
charity virtually everything that came to her in terms of money and wealth.
The charitable nature of 'A'ishah exemplified the Prophet's dictum, "spending in such
a way that the left hand does not know what right hand had given." Her legendary
generosity and trait of selfless giving - forgetting her own urgent needs - also
brought to life the Qur'anic ideal, "they prefer others over their own selves
even though they themselves are faced with dire need." Urwah, who was one
of the great scholars taught by 'A'ishah, said of her, "I saw 'A'ishah giving away
seventy thousand dirhams in charity while she was wearing a garment which had
so many patches sewn into it!"

It was due to her loyalty to Allah and her devotion to the Prophet and his cause
that 'A'ishah gave up the comforts of the lifestyle of her own household and
chose the simple life-style of the Prophet, peace be upon him - bearing all the
harshness of it in spite of her young age. After the death of the Prophet,
peace be upon him, 'A'ishah continued to live an ascetic existence dedicated
to fasting, prayers, charities, and to the care of orphans and the destitute.

Her Intellect and Scholarship


'A'ishah was endowed with an extraordinary intelligence that very few had been
endowed with. She was not merely a passive student in understanding and
learning religion even from the best and noblest of teachers, the Prophet,
peace be upon him. Her trademark was her critical, ever-inquisitive and
probing mind. There are numerous examples of her further questioning
the Prophet's answers. Once when he found out she had followed him in disguise
on his trip to the graveyard to pray for the departed companions in the middle
of night, the Prophet asked her, "Why did you do this? Did your Devil visit you?"
'A'ishah asked back, " Does every person have a devil following him or her around?"
When he replied to the affirmative, she asked, "Are you included in this?"
He answered, "Yes. I am included in this; but my Lord has helped me against him.
Thanks to this he has become a Muslim (i..e he has surrendered and thus
does not command anything but good!)"

Another example of her questioning the Prophet minutely was when the Prophet
said that following resurrection people will rise up from their graves as Allah
had created them and 'A'ishah asked, "Then they will all be naked and they will see
one another?" He replied, "The issues confronting them will be far too grave
for them to be looking at each other."

It was thanks to her intelligence that she never had the patience for an
understanding of religion that was irrational and inconsistent with the correct
understanding of the Qur'an. She had a principle firmly entrenched in her mind
that the teachings of Islam cannot be irrational and incoherent - how can it be
otherwise when Allah says of the Qur'an, "you will never find any incoherence in
it!" Accordingly she rejected Ibn Umar's narration from the Prophet, peace be
upon him, "A person will be punished for his or her family's crying (lamenting)
over his or her death!" 'A'ishah rejected it outright saying, "How would the Prophet
say something like this when Allah says, 'No soul shall bear the burden of another!'"
Then she went on to clarify what she thought was the context of the Prophet's
statement.

Another example of the same critical understanding is her response to the
so called report that "Three things that invalidate one's prayer are a dog, a donkey
and a woman." When 'A'ishah heard this narration, she asked, "how dare you
compare us women with dogs and donkeys when I myself did lie down to sleep
and the Prophet having woken up from sleep would pray in front of me, and when
it was time for him to prostrate he would push my legs gently to the side!"
She also dismissed Ibn Umar's order to the women of his household mandating
them to undo their hair while making ghusl saying, "Why can't he then order them
to shave their heads? I used to bathe with the Prophet from a single container
and yet I did not do more than pouring water on my head three times!"

Her Assertiveness

'A'ishah's character is no where best expressed than in her firm and resolute
attitude in facing one of the greatest of all trials she ever faced in her life:
the false accusation of adultery. When confronted with the situation she became
extremely saddened and depressed and yet she never cowered or stooped low.
Instead, she firmly stood her ground trusting in Allah alone until she was vindicated.
While she had full confidence that Allah would reveal her innocence, she never
considered herself so great as to be worthy of being vindicated by a direct
revelation. When finally an entire surah was revealed, numerous verses
of which were directly related to her story and extolled her purity,
modesty and piety, she refused to rise up and thank Allah's Messenger and
instead simply said, "I thank only Allah!" By this she did not mean to
be rude to the Prophet, rather she meant never to attribute the source
of her relief to any other than the Source itself, which is Allah and
Allah alone! This should serve as a perfect example for all Muslims,
men and women, that they should not fear anyone but Allah and if they do
this they will be not cower themselves before anyone but Allah, no
matter how great that worldly power facing them may be! In fact this is
the ultimate freedom that many of the early Muslims enjoyed within
themselves.

Thanks to her assertiveness, 'A'ishah always stood up to what she thought
was unjust, unethical and false. When she heard that some individuals
were finding faults with Abu Bakr after his death, she gathered them all and spoke
to them about his achievements as everyone would readily recognize and then
asked them plainly which one of his actions they were critical of. None of his
detractors had anything to say.

She also stood up to Caliphs such as Mu'awiyah and vocally criticized their policies
which she though was unjust and therefore un-Islamic.

Another example of her forthrightness is her answer to those who forbade women
from visiting cemeteries. On her visit to Makkah, when she stopped by the grave
of her brother, someone objected to her and asked how come she was visiting
his grave when the Prophet had forbidden women to do so, she replied,
"The Prophet had forbidden both men and women from visiting graves in the
early years of Islam, and then he lifted that prohibition later." In other words,
in her sound understanding the lifting of the ban was applicable to both men and
women, for there is no evidence to suggest that it was only applicable to men.

It was because of her strength of character that she made the Caliph implement
the will of Safiyyah, the mother of the faithful, who had stipulated one third of her
estate to her Jewish brother. When the Caliph thought it was against the dictum
of the Prophet, peace be upon him, 'A'ishah rejected that and obliged him to fulfil
the wishes of Safiyyah.

Her confidence in the inherent justice of Islam enabled her to exercise
many other interjections into commonly held assumptions about women's roles
in the Muslim community. One such interjection was her wish not to be left out of
performing Janazah prayers (often reserved for men only in the minds of many
Muslims - even today). She often sent orders to bring the Janazah and place it
inside the Mosque itself so that the wives of the Prophet, peace be upon him,
could also offer the prayers, at a time when ordinarily Janazah was performed
outside the precincts of the mosque itself.

An Active Participant in All Aspects of Islamic Life


'A'ishah serves as the best role model for women's activism in Islam for she never
was held back from full participation in any aspect of Islamic life even after the death
of the Prophet, peace be upon him. During his life she accompanied the Prophet
even to the battle fields to perform essential duties.

She led the war against Ali because of her mistaken judgement; although at the
time she thought she was going out to exact justice for the caliph Uthman who
had been martyred unjustly and she thought that Ali was harbouring his murderers.
Later on, she regretted her choice to have waged the war but the point is that
according to her, the role of women in Islam was not confined to the home and
instead, that they play an active role in Islamic life. Due to her own sound faith
and Islamic character, she recanted not her activism but her stand against
Ali and it was because of this that she thought she had become less worthy of being
buried beside the Prophet, peace be upon him, and preferred to join her
own sisters (i.e. other wives of the Prophet, peace be upon him) in Jannat al-baqi.

Her Legacy of Scholarship


'A'ishah's sound scholarship in Islamic disciplines such as tafsir, hadith, fiqh, history
of Arabs and Islam, Arabic language and medicine was proverbial among
companions and successors as numerous testimonials bear witness. We know that
even the great companions of the Prophet such as Abu Bakr and Umar as well as
other wives of the Prophet, peace be upon him, would refer to her as the final
resource person in all such matters.

Abu Salamah b Abd al-Rahman, one of the seven famous jurists of Madinah, said,
"I never knew of anyone-- who had such thorough knowledge of the traditions
of the Prophet, peace be upon, nor sound understanding of fiqh in any issue
that Muslims would need to know nor of any verse and when and where it was
revealed or of rules of inheritance--who can surpass 'A'ishah."

'A'ishah served as a teacher of teachers after the Prophet, peace be upon him.
She would correct those who were teaching in the Prophet's mosque and answer
the many who came to her seeking rulings, advice and opinions based on her
expert knowledge. Furthermore, among the numerous men and women who
graduated under her tutorship were Abd Allah, Qasim, Urwah, and Umrah bint
Abd al-Rahman al-Ansariyyah.

Her thorough mastery of fiqh enabled her to exercise independent ijtihad in
matters of fiqh and she used to offer rulings based on her ijtihad as testified
by al-Qasim during the time of Abu Bakr, Umar and Uthman as well as after
them until she died.

As indicated earlier, 'A'ishah's ijtihad was governed strictly by her deep knowledge
of the Qur'an. One of the many examples of this was when someone asked her
about celibacy and she answered, "Do not resort to it for did you not hear Allah say
in the Qur'an, 'We have sent before you messengers and appointed for them
spouses and children' (Surah al-R'ad:38) thus do not resort to celibacy."

The independence of her ijtihad meant that she sometimes confidently held views
contradicting the views of other companions and scholars. When someone asked
her if it was always necessary for a woman to have a mahram to travel, 'A'ishah
asked rhetorically, "Can everyone find a mahram?"

Conclusion


'A'ishah's life is especially remarkable when examined with the lenses of
contemporary times. Surrounded by current examples of Muslim women around
the world not permitted to fully actualize their God-given potentials, 'A'ishah's life
in the 6th and 7th century is a beacon to the inherent justice in Islam. She was
reared with authentic Islam from her earliest memories and yet she grew up to be
a woman who was confident, assertive and an active participant and leader of her
society.

Simply put, 'A'ishah lived a life outstanding in its dedication to the cause of Allah
and His Messenger. We can end with her own advice,
"Whoever seeks to please people by displeasing Allah, Allah will abandon him/her
to people and whoever seeks to please Allah, Allah will be sufficient for him/her."


yahoogroup..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby nil_0 on Sat Jun 04, 2005 11:43 pm

Tentang bagaimana sifat2 pribadi Rasulullah saw marilah kita ikuti komentar Hindun bin Abi Haalah(putra Khadijah) sbgai berikut:

“ Rasulullah saw adalah seorang yg terus menerus sedih, terus menerus berfikir,tidak pernah istirahat,lebih banyak diam,tidak bicara kalau tidak perlu. Beliau berbicara dan menutupnya dengan cara yang paling sopan dan baik. Ucapan beliau selalu mantap dan penuh erti. Perkataan beliau tegas(memisah antara hak dan yang batil), tidak berlebihan dan kurang,tidak kasar,tidak menghina, membesarkan nikmat sekalipun kecil, tidak pernah mencela juga tidak pernah mencela makanan dan tidak pula memujinya. Beliau pernah marah bila berhubungan dgn segala urusan duniawi. Tetapi bila berhubung dgn kebenaran, maka beliau bersikap keras dan membelanya mati –matian. Beliau x mahu marah bila disakiti atau dicela. Bila memberi isyarat beliau memberi isyarat dgn seluruh tapak tgn beliau. Dan bila kagum beliau membolak balikkan telapak tgn.Bila berbicara telapak tgn beliau ikut digerakkan. Bila sedang marah beliau memalingkan badan secara bersungguh-sungguh. Bila gembira,tampak wajahnya berseri2. Bila tertawa, beliau hanya tersenyum atau ketawa dgn cara yg sopan”
nil_0
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 31
Joined: Sat Jun 04, 2005 11:11 am
Location: Klang

Postby fikrah_islami on Wed Jun 08, 2005 12:11 pm

assalamu'alaikum.. :)

mekasih nil_0..

SubhanALlah..! Agungnya peribadi Baginda Rasul SAW.. :)


syukran..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Wed Jun 08, 2005 12:15 pm

muhasabah diriiiiiiiiiiii..

AL MU'ALLIM By SAMI YUSUF


AL MU'ALLIM

We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,
Oh Allah we’ve shamed ourselves
We’ve strayed from Al-Mu'allim,
Surely we’ve wronged ourselves
What will we say in front him?
Oh Mu'allim...

Chorus
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.
Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)
Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
(O Chosen One, O Imam of the Messengers)
Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One, O intercessor of the worlds)
He prayed while others slept
While others ate he’d fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,
His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu'allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,
Oh Mu'allim..

Chorus
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Ya Rasuli ya Muhammad
(O My Messenger O Muhammad)
Ya Bashiri ya Muhammad
(O bearer of good news O Muhammad)
Ya Nadhiri ya Muhammad
(O warner O Muhammad)
'Ishqu Qalbi ya Muhammad
(The love of my heart O Muhammad)
Nuru 'Ayni ya Muhammad
(Light of my eye O Muhammad)
He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,
His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled
Chorus
Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)
Ya Mustafa Ya Imamal Mursalina
(O Chosen One O Imam of the Messengers)
Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One O intercessor of the worlds)



syukran..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Tue Aug 09, 2005 6:19 pm

assalamu'alaikum.. :)

Role model.....

Aku Hanya Umar

Sebelum disapa sinar iman
Kau bagaikan singa yang mengganas
Membunuh anak perempuanmu
Tanpa rasa belas dan kasihan
Dipandu hati sekeras batu
Jahiliah yang menyesatkan

Bila nur Al-Quran menusuk ke jiwa
Lunturlah segala keangkuhanmu
Berubah dan beralih arahmu
Terbentur segala kekejaman
Menjadi wira miskin nestapa
Membela yang tak berupaya

Tidurmu di rimbunan tamar
Tenangmu tiada tercalar
Berbantal lengan tanpa pengawal
Berselimut embun keimanan

Di malam yang hening
Meratap menyesali diri
Pada dosa kealpaan
Dibasuh dengan airmata
Memohon keampunan Tuhan

Engkau khalifah berjiwa hamba
Mentadbir tanpa singgahsana
Menghina diri di hadapan Allah
Kemuliaan diri manusia

Mulia hidup bersulam taqwa
Mulia matimu kau syuhada
Pergi rohmu ke alam tinggi
Terbang menuju ke syurgawi


“Aku hanya seorang Umar
Kemuliaanku kerana Islam
Semua ke syurga kecuali dia
Ku bimbangi dialah diriku”


Hati sekeras batu
Menjadi selembut air
Jadi teman kebenaran
Jadi musuh pada kebatilan



Lagu : Putra Aiman (Hijjaz Records)
Lirik : Pahrol Md. Juoi (Genta Rasa) &
Alif Lam Ra (Gurindam Entertainment)
Susunan Muzik : Firdaus

Album : Damai
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Thu Sep 01, 2005 8:21 pm

Selawat

Selamat, sejahterakanlah Ya Allah
Cahaya dari segala cahaya
Rahsia dari segala rahsia

Ubat seluruh penyakit
Anak kunci segala kejayaan
Dialah, dialah penghulu pemimpin kami
Muhammad yang terpilih
(Muhammad yang terpilih)
Juga keluarga, keluarganya yang suci dan mulia
(mulia)
Dan juga sahabat pilihan

Selamat, sejahtrakanlah Ya Allah
Cahaya dari segala cahaya
Rahsia dari segala rahsia

Ubat seluruh penyakit
Anak kunci segala kejayaan
Dialah, dialah penghulu pemimpin kami
Muhammad yang terpilih
(Muhammad yang terpilih)
Juga keluarga, keluarganya yang suci dan mulia
(mulia)
Dan juga sahabat pilihan

Selamat, sejahtrakanlah Ya Allah
Cahaya dari segala cahaya
Rahsia dari segala rahsia

Ubat seluruh penyakit
Anak kunci segala kejayaan
Dialah, dialah penghulu pemimpin kami
Muhammad yang terpilih
(Muhammad yang terpilih)
Juga keluarga, keluarganya yang suci dan mulia
(mulia)
Dan juga sahabat pilihan

Dengan segala rahmatnya dan keutamaannya
Tuhan terimalah (Muhammad)
Dengan segala rahmatnya dan keutamaannya
Tuhan terimalah
Dengan segala rahmatnya dan keutamaannya(Ya.. habibaLlah)
Tuhan terimalah
Dengan segala rahmatnya dan keutamaannya
Tuhan terimalah(Ya.. Rasulallah)


Album : Terimakasih Tuhan
Munsyid : Mawaddah
http://liriknasyid.com
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Thu Sep 01, 2005 8:25 pm

role model....serikandi sejati.

Siti Khadijah

Kaulah lambang cinta sejati
Srikandi pertama tika islam bermula
Hatimu menyalakan keyakinan
Hartamu membuktikan pengorbanan

Rasul keseorangan engkaulah teman
Dia tersisih engkau memilihnya
Dia terbuang engkau menyayanginya
Kerana iman kau sanggup berjuang

O wo...
Siti Khadijah namamu indah
Qudwah hasanah tauladan ummah
Jikalau rasul terpinggir
Engkaulah insan terhampir

Siti Khadijah mujahidah solehah
Agung jasamu dipersada sejarah
Pemergianmu ditangisi nabi
Hingga kini tiada pengganti

Sunyi jalan menuju allah
Menggamit hati mencari teman
Indah jalan menuju allah
Jika teman seperti Khadijah
Masih ada lagi...


Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby melayu on Fri Sep 02, 2005 1:18 am

fikrah_islami Posted: Sat Aug 28, 2004 2:17 pm Post subject:

--------------------------------------------------------------------------------

assalamu'alaikum..


..dalam meniti hari2 tuo ni..terasa makin bodoh plak, sebab dah tau 'banyak lagi yang tak tau dan perlu tau'...rasa2 macam jauh sangat kalau nak banding dgn org dulu-dulu...apa lagi dengan Penghulu seluruh makhluk....hanya puji-pujian saja yang dapat mententeramkan jiwa...



Pakitam,

Hmmm.. Islam kita tak sama dangan yang diajarkan oleh
Rasul SAW. Kita kata Rasul SAW sebagai contoh kita. tapi kita
tak plak ikut Baginda SAW dalam ertikata yang sebenar....isk.
Kesian kat kita kan?





Hmmm.. Islam kita tak sama dangan yang diajarkan oleh
Rasul SAW.


Apa maksud yang sebenarnya ini, kerana dikhuatiri hanya dengan lisan menyebab kehancuran kepada diri...

maafkan aku kerana menyinggah...
:kenyit:

p/s
ingat mengingati suatu perintah.
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby fikrah_islami on Fri Sep 16, 2005 8:41 pm

melayu wrote:fikrah_islami
Hmmm.. Islam kita tak sama dangan yang diajarkan oleh
Rasul SAW.


Apa maksud yang sebenarnya ini, kerana dikhuatiri hanya dengan lisan menyebab kehancuran kepada diri...

maafkan aku kerana menyinggah...
:kenyit:

p/s
ingat mengingati suatu perintah.


assalamu'alaikum..

Ana ingin berkongsi 'ilmu inie dengan saudara melayu dan semua..

..drp. talk yang dibentangkan oleh Ustaz Aznan.....

.................sebahagian drp.nya..

.."Islam bermula dagang dan akan kembali dagang sebagaimana ia bermula.
Maka, berntunglah orang2 yang dagang." Sahabat bertanya, "siapakah orang yang
berdagang..?" Rasul SAW menjawab, "Iaitu mereka yang baik ketika ummatku
rosak."
-Hadis-

..Islam yang pertama.. >dagang..pelik dalam masyarakat..berbeza dengan orang lain..
..pelik di awal kedatangan Nabi SAW..berbeza dengan orang lain..orang kenal dia lain..
..suasana berbeza..pelik.

Once mereka masuk Islam..mereka pisahkan diri mereka drp. jahiliyyah yang ada
di sekeliling mereka..menyebebkan mereka berbeza drp. orang lain.

..berhijrah ke Madinah..establish negara..bermulalah kehidupan Islam yang sempurna.
..berkembang hingga ke north africa.

Islam tidak lagie pelik dalam masyarakat..Islam berkembang..pengamalan Islam
menjadi biasa..semua orang boleh terima Islam..understand cara hidup Islam.
..tak perlu citer pasal fikrah Islam dah.......

Wafatnya RasululLah SAW..berakhirnya zaman kegemilangan Islam..zaman khulafa
ur-Rasyidiin..hilangnya negara2 Islam..Islam kembali menjadi dagang.

Dagang kali pertama..Islam pelik kerana ia hidup dalam suasana orang kafir..
..berbeza dengan ghurfah kali kedua..pelik di kalangan penganut2 Islam sendiri..

"Islam akan berlaku fitnah. Gelap sepertimana malam yang terlalu gelap. Suasana
yang tidak diketahui mana hujung mana depan. Suasana yang kelam-kabut . Pagi
kafir, petang Islam..pagi Islam petang kafir..orang akan jual agama hanya untuk
sedikit ni'mat dunya"-Hadis-

Dalam riwayat lain, "Orang yang berpegang kuat dengan agama adalah seperti orang
yang sedang memegang bara api"-Hadis-

..dia tidak akan mampu untuk pegang bara api itu selama2nya.

"Akan berlaku suatu zaman yang tidak akan ada seorangpun yang tidak makan
riba. Sesiapa yang tidak makan riba, akan terkena debu2 riba."
-Hadis-

..dagang yang pelik..Islam ditinggalakn oleh orang2 Islam sendiri..
..Islam yang dimodified dengan version yang baru..Islam pelik di kalangan orang2
Islam sendiri..tidak mampu pegang Islam yang diajar oleh Rasul SAW.

Apa yang dimofied 1. kefahaman 2. 'Ibadat

..kita faham Islam dalam version yang sudah berubah..faham Islam perlu solat,
puasa, zakat, taat kepada mak n ayah..sudah tidak perlu jadi muslim untuk diri dia
sendiriiii.

..berbeza dengan para sahabat Nabi SAW..sahabat2 meninggalkan jahiliyyah totally.
..tidak mahu kembali kepada jahiliyyah..rasa cukup hina dengan sifat2 jahiliyyah.

Abu Dzar al-Ghifari berjumpa dengan Bilal..lalu berkata, "Wahai anak perempuan
hitam..["Ya abna sauda'']." Rasul SAW bersabda, "Ya Aba Dzar, kamu seorang
lelaki yang masih mempunyai sifat jahiliyyah"

..Abu Dzar meniarap di atas tanah, letak kepala atas tanah dan berkata, "Wahai
Bilal, kau pijaklah kepalaku." ..kerana dia ada satu sifat jahiliyyah, tersilap sebut
kawan dia dengan gelaran yang dia tak suka..benda kecil yang dipandang terlalu
besar..

bersambung insyaALLAH..


ps: ana dah lama taip, dok simpan..ingat nak sambung..tapi ntah bila..so, ana
postkan yang nih dulu..........

syukran.. :)
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Mon Sep 19, 2005 2:20 pm

assalamu'alaikum.. :)

sambungan.....

muhasabah diriiiiiiiii

..benda kecik yang dilihat terlalu besar..

..Zaman Nabi SAW..orang yang masuk Islam..>>dia memisahkan diri dia
totally dengan jahiliyyah yang ada..

..version kita adalah version yang sudah berubah..version yang
bercampur-baur dengan jahiliyyah..

..menjadi muslim apabila datang program..apabila berada di masjid..solat
....solat berjamah.. >>apabila keluar drp. masjid..boleh berbuat
apa sahaja..version Islam yang dimodified!!

Rasul SAW bawa Islam everywhere..
>>samaada kamu berada di rumah..pasar..masjid..>>u have to act like
u are muslim!!

..Suasana berbeza..
>>perubahan dari segi 'aqidah dan cara berfikir.. kita adalah product
yang terlalu berbeza.. akibat serangan Barat yang terlalu berjaya..

..Sahabat2..umpama al-Quran2 yang berjalan..

..Nak tengok Islam..tak perlu baca buku..
>>tak ada buku tentang fikrah Islam..nak citer apa itu Islam..cara
hidup Islam.
>>yang ada..buku pasal detail 'aqidah yang x ramai orang tahu..citer pasal
hukum yang x ramai orang tahu..buku tentang cara hendak mentadbir
negara pada masa itu..

..Sekarang, kita kembali kepada yang terlalu basic.."Apa Erti Saya
Seorang Muslim"..[buku]

..Sayyid Qutb mengatakan para sahabat.."mereka umpama al-Quran2
yang berjalan".

..Umar Abdul Aziz menghantar utusan ke India..lalu utusan itu
memperkenalkan diri dia..Raja berkata, "Aku sudah tahu..selamat
datang. Kebaikan kamu telah sampai kepadaku sebelum kamu sampai."
..begitu sekali!!

..Sekarang..kita x represent Islam..>>hidup kita terpisah drp. Islam.
>>kita Islam di ketika2 tertentu..

..solat..puasa..the lowest level of fasting >>menahan diri drp.
melakukan perkara2 yang membatalkan puasa [dalam kitab fiqah]..drp.
ulama2 fiqah..defind drp. sudut fiqah..

syukran..

ps: semoga ada manfaat..ada sambungan lagie nih tapi realplayer ada
masalah..hopefully nak abiskan catatan..tapi bila ek..:matabulat:

ana tambah2 sikit words agar mudah difahami.. :)
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Mon Sep 19, 2005 10:06 pm

assalamu'alaikum.. :)

Nak kongsi tips nih.. :)

DIET CARA RASULULLAH SAW..

sekadar info utk yang belum tau...

Rupa2nya tanpa kita sedar, dalam makanan yg kita makan sehari2,
kita tak boleh main bedal aje? sebab itulah terjadinya penyakit kencing
manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit
apabila kita telah tua nanti. Apabila kawan2 telah mengetahui ilmu ini,
tolonglah ajarkan kepada yg lain2nya.

Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmood kata,
Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya kerana pandai jaga
pemakanannya sehari2. apa kata kita ikut diet ini kawan2. tak payahlah susah2
makan pil untuk kurus? InsyaALLAH kalau kawan2 ikut diet Rasullullah ini?.
Garenti? kawan2 takkan sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU + DAGING

Jangan makan DAGING + IKAN

Jangan makan IKAN + SUSU

Jangan makan AYAM + SUSU

Jangan makan IKAN + TELUR

Jangan makan IKAN + DAUN SALAD

Jangan makan SUSU + CUKA

Jangan makan BUAH + SUSU CTH :- KOKTEL



# JANGAN MAKAN BUAH SELEPAS MAKAN NASI , SEBALIKNYA MAKAN BUAH
TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.

# TIDUR 1 JAM SELEPAS MAKAN TENGAHARI.

# JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM . SESIAPA YG TINGGAL MAKAN
MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN
BERGANDA.

Nampak memanglah pelik... tapi, kalau tak percaya... kawan2
cubalaa......................................



yahoogroup..WALLAHU A'lam..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Wed Oct 05, 2005 5:19 pm

assalamu'alaikum.. :)

..refresh IMAN.. menghidupkan sunnah dalam kehidupan.. :)

from : shisham

Assalamualaikum

Cara Minum mengikut Rasulullah S.A.W

Rasullah SAW amat menyukai minum madu yang dicampur dengan air sejuk.
Amalan ini untuk tujuan amalan kesihatan. Rasulullah SAW juga suka
minum air sejuk dan mencicip madu sebelum makan apa-apa diwaktu pagi.
Antara khasiat amalan-amalan ini ialah:

1. Menghilangkan balqham (kahak/lendir)
2. Mencuci perut
3. Membuang sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam perut yg tidak
dicernakan dengan sempurna dan menolaknya ke usus besar
4. Menghapuskan sukatan dalam usus, menghilangkan senak perut dan
sedu
5. Memperbaiki fungsi buah pinggang, limpa dan hati. Rasullah SAW
suka minum air yang telah disimpan semalaman di dalam suatu bekas.


Minuman Manis dan Sejuk

Aisyah (ranha) meriwayatkan bahawa: "Diantara banyak-banyak jenis
minuman, Rasulullah saw suka minuman manis dan sejuk" Hadis
bermaksud, baginda mengemari minuman manis dan sejuk, campuran madu
atau nabiz (rendaman buah tamar). Di dalam suatu doa Rasullah ada
menyebut
"Ya Allah kurniakanlah aku dengan cintaMu yang lebih besar dari
cintaku kepada nyawa, harta, anak dan cintaku kepada air sejuk"

Ini memberi isyarat bahawa sudah tentu minuman air sejuk itu
mempunyai khasiat yang lebih besar. Adapun minuman jika terkumpul
didalamnya kemanisan dan kesejukan akan menjadi asbab yang paling
bermanfaat untuk penjagaan kesihatan tubuh badan. Ini sekali gus
berperanan bahan pemakanan dan mencernakan makanaan yang masuk ke
dalam tubuh lalu menyalurkannya ke seluruh anggota badan.


Ringkasan adab minum

1. Gelas atau cawan hendaklah dipegang dengan tangan kanan
2. Bacalah " Bismillah"
3. Minum dengan tiga nafas
4. Minum dalam keadaan duduk
5. Jangan bernafas kedalam air. Setiap kali berhenti minum arahkan
pernafasan ketempat lain.
6. Setiap kali berhenti minum (pada setiap penafasan) bacalah
Alhamdullilah
7. Jika tidak ada tempat untuk duduk adalah diharuskan minum sambil
berdiri
8. Minum dari baki air yang telah diminum oleh orang lain. Hadis
menyatakan bahawa saki baki air minuman seseorang Islam adalah ubat
untuk penyakit
9. Jangan terus minum selapas dari melakukan persetubuhan ataupun
setelah selesai mengerjakan kerja-kerja berat


Jazakumullaahu Khairan Khatsirah.......
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Sifat Puasa Nabi saw

Postby fikrah_islami on Wed Oct 05, 2005 5:51 pm

assalamu'alaikum..

Ramadhan kareem....... :)

muhasabah diriiiiiii

Sifat Puasa Nabi SAW

Terjemahan Sifat Puasa Nabi saw (صفـة صـوم النبي صلى
الله عليه وسلم )
karangan Syiekh Abdullah bin Abdul Rahman bin Jibrin

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على
رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه
، أما بعد:


Ini merupakan ringkasan sifat Puasa Nabi saw - dimana didalammnya
meliputi kewajipan, adab2, do'a2, hukum2 bersekitar puasa, jenis
manusia yang berpuasa, perkara yang membatalkan puasa, dan faedah2
lain. Kita memohon petunjuk Allah agar orang2 Islam mengamalkan
sunnah Nabi saw pada semua peringkat, dari yang kecil sehinggalah
yang dewasa/tua. Demi Allah yang memberi petunjuknya.

Ta'rif Puasa : merupakan ibadat kepada Allah dengan meninggalkan
perkara2 yang dilarang dari terbit fajar sehingga terbenam matahari.

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam. Nabi saw bersabda :

بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا
الله، وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة،
وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت الحرام
"Islam dibina atas 5 perkara : mengucap syahadah, mendirikan solat,
membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan Haji ke Baitullaah
al-Haram" [mutafaq 'alaih].

Orang2 yang berpuasa :-

* Puasa wajib bagi semua orang Islam yang Baligh dan berakal dan
bermukim.

* Orang kafir tidak wajib puasa, dan mereka tidak perlu qadha' puasa
jika mereka memeluk Islam.

* Kanak-kanak yang belum baligh tidak wajib puasa, akan tetapi
disuruh melakukannya agar merekaa menjadi biasa dengan berpuasa.

* Pesakit yang mempunyai penyakit (emergency) dan sedang menunggu
sembuh boleh bebuka puasanya dan setelah sembuh boleh mengqadha'nya
kembali.

* Orang gila tidak wajib puasa, dan tidak boleh memberi dia makan
jika dia sudah besar, dan orang yang 'insane' contohnya tiada
diskriminasi terhadapnya, dan orang tua yang nyayuk tidak juga ada
diskriminasi terhadap mereka.

* Orang yang tak berupaya ('aajuz) berpuasa atas sebab kekal
(permanent) sebagaimana orang tua atau pesakit yang tiada harapan
sembuh - setiap hari yang tidak berpuasa diberi makan kepada orang
miskin.

* Wanita yang hamil dan menyusu jika menhadapi kesukaran keatasnya
berpuasa disebabkan mengandung atau menyusu, boleh berbuka dan boleh
menqadha' puasanya apabila datang keringanan dan hilangnya
kebimbangan.

* Wanita datang haidh dan Nifas tidak boleh berpuasa didalam
sedemikian, dan mengqadha' apa yang tertinggal.

* Melakukan operasi penyelamat (rescue) dari mati lemas atau
kebakaran boleh berbuka untuk menyelamatkannya dan hendaklah diqadha'
puasa.

* Orang yang bermusafir diberi pilihan berpuasa atau berbuka, dan
wajib mengqadha' sekiranya berbuka didalam permusafiran, samada
bermusafiran yang 'emergency', atau sepertimana Umrah, atau sentiasa
bermusafir seperti pemandu teksi, mereka boleh berbuka selama mana
mereka tidak berada dinegara mereka.

Hukum-hukum didalam berpuasa

1-Niat :

Wajib berniat didalam puasa. Kewajipannya sebelum terbit fajar, Nabi
saw bersabda :
من لم يُجمِع الصيام قبل الفجر فلا صيام له
"Barangsiapa yang tidak menetapkan untuk berpuasa sebelum fajar, maka
tiadalah puasa baginya"[Shahih Abi Daud]

Sabda Nabi saw didalam hadith lain :-

من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malamnya maka tiadalah
puasa baginya" [Sahih al-Nasaa'i].

Niat tempatnya dihati, melafaznya tidaklah datang dari nabi saw, dan
tiadalah mana-mana para sahabat Nabi ra. melakukannya.

[Komentar : Umumnya, masyarakat Islam masih bergantung kepada Lafaz
Niat : "Nawaitu Sauma ghadin..." dan bukannya azam untuk melakukan
puasa pada keesokkan harinya. Yang menjadi rukun adalah niat yang
berbentuk azam]

2- Waktu berpuasa :

Firman Allah swt :

وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من
الخيط الأسود من الفجر
"Makan dan minumlah sehingga jelas kepada kamu benang (garis) putih
dari benang (garis) hitam, iaitu fajar" [surah al-Baqarah : 187]

* Fajar Kazib - padanya tidak dibenarkan solat fajar, tidak
diharamkan makan dan minum. Ia merupakan cahaya putih terang yang
berbentuk segi empat (komentar : seperti tiang cahaya putih yang
menegak selama 20min sebelum fajar sebenar/solat fajar).

* Fajar Saadiq - padanya diharamkan makan bagi yang berpuasa,
dibenarkan solat fajar, kelihatan segi empat merah diatas puncak
gunung ganang.(komentar : garis putih bertebaran secara mendatar).

Apabila malam tiba dari arah timur dan berlalu dari arah barat, dan
matahari terbenam, maka boleh berbuka puasa. Nabi saw bersabda :

إذا أقبل الليل من هاهنا وأدبر النهار من
هاهنا، وغربت الشمس فقد أفطر
الصائم
"Apabila datangnya malam dari sini dan berlalunya siang dari sini,
dan terbenamnya matahari, maka berbukalah puasa" [Hadith Mutafaq
a'alaih].

Perintah ini bermula apabila bebola matahari hilang dan jika zahirnya
zahir.

3-Sahur

Sabda Nabi saw :

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة
السحر
"Perbezaan puasa diantara puasa kita dan puasa ahli kitab ialah makan
sahur:" [Hadith Riwayat Muslim]. Bersabda Nabi saw didalam hadith
yang lain :

البركة في ثلاثة: الجماعة، والثريد، والسحور
"Barakah ada didalam 3 perkara : Jemaah, bubur dan sahur" [Hadith
Riwayat al-Tabarani didalam al-Kabir].

Sahur merupakan berkat yang zahir, tidak harus ditinggalkan, kerana
patuh kepada Sunnah. Sahur memberi kekuatan bagi yang berpuasa. Ia
merupakan makanan yang diberkati sebagaimana Nabi saw menyebut
namanya : "Anda telah sampai kepada makanan yang diberkati" [Sahih
Abu Daud]. Sabda Nabi saw lagi :

السحور أكلة بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع
أحدكم جرعة من ماء، فإن الله
وملائكته يصلون على المتسحرين
"Makan Sahur adalah berkat, maka janganlah kamu meninggalkannya,
walaupun salah seorang dari muka yang meminum seteguk air, kerana
sesungguhnya Malaikat berselawat keatas orang2 yang bersahur" [Hadith
Hasan riwayat Imam Ahmad]. Sabda Nabi saw lagi :

نعم سحور المؤمن التمور
"Nikmat Sahur orang beriman adalah kurma" [Sahih Riwayat Abi Daud].

Dan telah menjadi petunjuk Nabi saw agar melewatkan sahur sebaik2
sebelum subuh/fajar.

[Komentar : waktu Imsak yang diamalkan seperti 10min sebelum masuk
waktu fajar bukanlah diamalkan oleh para2 salaf. Ibn Kathir
meriwayatkan bahawa kebanyakkan ulama Salaf bertolanransi didalam bab
makan sahur sehingga hampir fajar. Begitu juga dengan mereka yang
sedang meneguk air ketika azan berkumandang, adalah sunnah baginya
menyelesaikan hajatnya dan bukan meludahkan air. Sabda Nabi saw : (
إذا سمع أحدكم النداء، والإناء على يده، فلا
يضعه حتى يقضي حاجته
منه) "Apabila salah seorang dari kamu mendengar azan sementara
piring
sudah ditangan, janganlah piring itu diletakkan sehingga ia
menunaikan hajatnya" [Hadith Riwayat al-Hakim]]

4-Apa yang orang berpuasa perlu tinggalkan :

* Menipu : Nabi saw bersabda :

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله
عز وجل حاجة أن يدع طعامه وشرابه
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan menipu dan beramal dengannya,
maka tidaklah Allah swt berhajat untuknya meninggalkan makan dan
minumnya" [Hadith Riwayat al-Bukhari].

* Percakapan yang karut dan kotor. Nabi saw bersabda :

ليس الصيام من الأكل والشراب ، وإنما الصيام
من اللغو والرفث ، فإن سابَّـك
أحد أو جَهِل عليك فقل : إني صائم
"Bukanlah dari itu dari makan dan minum, namum puasa adalah [menahan
diri] dari bercakap kosong dan lucah, maka jika seseorang memaki atau
menyakitimu, maka katakan : sesungguh aku sedang berpuasa" [Hadith
Sahih Ibn Khuzaimahj].

5- Apa yang dibenarkan didalam berpuasa :

* Orang berpuasa yang masih berjunub : dari 'Aisyah ra :

كان يدركه الفجر وهو جنب من أهله ثم يغتسل
ويصوم
"Telah masuk fajar dan baginda masih berjunub dengan isterinya,
kemudian dia mandi dan berpuasa" [Hadith Muttafaq a'alaih].

* Orang berpuasa yang bersiwak : Nabi saw bersabda :

لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند
كل وضوء
"Jika tidak menyusahkan umatku, nescaya aku memerintahkan mereka
bersiwak setiap kali berwudhu'" [Hadith Muttafaq a'alaih].

Nabi saw tidak mengkhaskan orang berpuasa dengan yang lain, dan ini
juga satu isyarat bahawa orang yang berpuasa boleh bersiwak pada
setiap kali wudhu' dan setiap kali solat, pada setiap waktu samada
sebelum tergelincir atau selepasnya.

* berkumur2 dan memasukkan air melalui hidung : Nabi saw berkumur-
kumur dan memasukkan air kedalam hidung dan ketika itu dia berpuasa,
akan tetapi dia tidak melakukannya secara melampau-lampau. Sabda Nabi
saw :

وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً
"Berlampau2 didalam memasukkan air kedalam hidung melainkan ia sedang
berpuasa" [hadith Shahih Abu Daud]

* Orang berpuasa bercumbu dan bercium : Dari 'Aisyah ra. berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبّل وهو
صائم، ويباشر وهو صائم، ولكنه
كان أملككم لإربه
"Rasulullah saw pernah mencium dan dia sedang berpuasa, dia pernah
bercumbu dan dia berpuasa, akan tetapi bagindalah orang yang kuat
menahan syahwatnya dari kamu sekalian" [Muttafaq 'alaih].

Baginda tidak menyukai dilakukan keatas orang muda, kecuali yang tua.
Baginda bersabda :

إن الشيخ يملك نفسه
"Sesungguh orang tua mampu menahan diri mereka sendiri" [Hadith Sahih
Riwayat Ahmad].

* Pemeriksaan dan mengambil darah - jarum tersebut tidak bermaksud
makanan, ia tidak membatalkan puasa, kerana ia bukanlah makanan dan
tidak sampai kepada jantung.

* Menampal gigi (uprooting) - tidak membatalkan puasa

* Merasai makanan : hadnya tidak sampai kepada halkum, dan begitu
juga dengan penggunaan ubat gigi. Dari Abbas ra. berkata :

لا باس أن يذوق الخل أو الشيء ما لم يدخل
حلقه وهو صائم
"'Tidak mengapa dia merasai (taste) cuka atau apa2, selagi ia tidak
memasuki halkum, dan dia masih berpuasa" [Riwayat al-Bukhari[

* Memakai celak dan ubat mata (drops) yang memasuki mata - perkara
ini tidak membatalkan puasa, samada menjumpai makanan di tekak, atau
tidak menjumpainya. Berkata Imam al-Bukhari didalam sahihnya :

ولم ير أنس والحسن وإبراهيم بالكحل للصائم
باساً
"Tidak tidak melihat apa2 masalah bagi Anas, hasan dan Ibrahim dengan
bercelak memcacatkan orang berpuasa"

[Komentar : Perkara2 yang dianggap boleh membatalkan puasa seperti
korek hidung, korek telinga, pakai eye drop, ambil darah, sembelit
dan kesemuanya bukanlah merupakan perkara2 yang membatalkan puasa.]

6- Berbuka Puasa :

* Mempercepatkan berbuka puasa merupakan sunnah Nabi saw dan juga
larangan kaum Yahudi dan Nasrani, mereka melewat2kannya, mereka
melambat-lambatkan waktunya. Nabi saw bersabda :

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
"Sentiasa manusia itu berada didalam kebaikkan selama dia
mendahulukan berbuka puasa" [Hadith Muttafaq 'alaih].

* Berbuka sebelum Solat Maghrib : dari Anas ra. berkata :

كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يفطر
قبل أن يصلي
"Rasulullah saw pernah berbuka sebelum bersolat' [Hadith hasan
riwayat Abu Daud]. Apa yang baginda makan sewaktu berbuka? Dari

Anas bin Malik ra. berkata :

كان النبي - صلى الله عليه وسلم - يفطر على
رطبات قبل أن يصلي، فإن لم يكن
رطبات فتمرات، فإن لم يكن تمرات حسا حسوات
من ماء
"Nabi saw berbuka dengan Rutbaat (kurma matang) sebelum solat, dan
jika tidak ada kurma matang maka beberapa biji kurma biasa, dan jika
tiada kurma biasa, cukuplah dengan beberapa teguk air" [Hadith Sahih
Abi Daud].

* Apa yang baginda ucapkan ketika berpuasa? Nabi saw berkata :

للصائم عند فطره دعوة لا ترد
"bagi orang yang berbuka, do'anya tidak akan tertolak" [Hadith Sahih
Ibn Majah].

Nabi saw semasa berbuka puasa berdo'a :

ذهب الظمأ وابتلت العروق، وثبت الأجر إن شاء
الله
"Telah pergi kehausan dan telah membasahi urat-urat, dan pasti
ganjaran dengan kehendak Allah" [Hadith Sahih Abi Daud]

[Komentar : Adalah tidak betul perbuatan seseorang yang melewatkan
berbuka disebabkan baginya azan maghrib masih berkumandang. Begitu
juga dengan do'a berbuka puasa yang masyhur dikalangan kita
:(اللهم
لك صمت وعلى رزقك أفطرت)- Allahumma laka Sumtu ....."
yang sebenarnya
status hadith tersebut adalah dhaif. Hadith Sahih bagi menggantikan
do'a ini adalah seperti diatas dan transliterasinya adalah : "Dhahaba
al-zama' wa abtalat al-`urooq wa thabata al-ajr in sha
Allaah"]

7 - Perkara yang membatalkan puasa

* Makan dan minum dengan sengaja : samaada ianya bermunafaat atau
mudharat seperti asap. Jika dia terlupa atau tersilap atau dipaksa
maka tidaklah mengapa dengan kehendak Allah. Nabi saw bersabda :

إذا نسي فأكل وشرب فليتم صومه ، فإنما أطعمه
الله وسقاه
"Jika seseorang terlupa lalu di makan dan minum air, maka
sempurnakanlah puasanya, kerana sesungguhnya Allah lah yang memberi
dia makan dan minum" [Hadith Muttafaq 'alaih].

* Muntah dengan sengaja : iaitu mengeluarkan apa yang ada didalam
perut melalui mulut. Sabda Nabi saw :

من ذرعه القيء فليس عليه قضاء، ومن استقاء
فليقض
"Barangsiapa yang muntah (tidak sengaja, sedangkan dia sedang
berpuasa) tidak ada qadha' baginya, dan barangsiapa yang sengaja
maka baginya qadha'"[Hadith Sahih Abu Daud].

Maka jika muntah tidak sengaja, maka ia tidak membatalkan puasa.

* Berjima' : jika berlaku pada siang hari Ramadhan dari orang yang
berpuasa wajib, maka keatasnya qadha' kafaarah, iaitu membebaskan
seorang hamba, dan jika tidak menjumpai hendaklah berpuasa 2 bulan
berturut2, dan jika tidak mampu, memberi makan kepada 60 orang
miskin.

* Injeksi makanan : iaitu menyalurkan bahan makanan melalui usus atau
darah dengan tujuan pemakanan keatas pesakit, dan jenis-jenis ini
membatalkan puasa, kerana ini masuk melalui rongga.

* Haidh dan Nifas : keluar darah dari wanita sebahagian hari siang
samaada menjumpainya awal atau akhir, dia harus berbuka dan
mengqadha'nya.

* Mengeluarkan mani : melakukan onani (masturbation) atau bercumbu
atau bercium, atau apa perbuatan kearah itu, dan jika ia bersangkutan
dengan pendewasaan, maka ia tidak membatalkan puasa kerana ia
bukanlah diatas kehendak mereka yang berpuasa.

* Keluarnya darah : contohnya pendarahan berlaku kepada yang
berpuasa, diberikan ganti atas apa yang dikeluarkan.

8-Qadha' Puasa

Adalah mustahab (digalakkan) menyegerakan diri untuk qadha' puasa dan
tidak disukai melewatkannya, tidak wajib berturut2 didalam Qadha'.
Pada ulama' bersetuju secara ijma' bahawa barangsiapa yang mati dan
dia juga meninggalkan solat maka tiada qadha' baginya. Begitulah dari
golongan yang lemah ('ajuz) yang tidak berpuasa sekalipun didalam
hidupnya, mereka dikehendaki memberi makan hari-hari yang
ditinggalkan kepada orang miskin. Akan tetapi, barangsiapa yang
sedang berpuasa mati, maka wajib puasa keatasnya. Sabda Nabi saw :

من مات وعليه صوم صام عنه وليه
"Barangsiapa yang mati sedangkan ia masih mempunyai puasa wajib, maka
berpuasalah walinya untuknya" [Hadith Muttafqa 'Alaih]

9-Berpuasa tetapi meninggalkan solat :

Barangsiapa yang meninggalkan solat, maka dia telah meninggalkan satu
rukun penting didalam rukun2 Islam selepas Tauhid. Puasa tersebut
tidak bermunafaat apa2 selama-mana dia meninggalkan solat. kerana
sesungguhnya solat itu tiang agama dan ia bergantung kepadanya.
Meninggalkan solat telah dihukumkan kafir diatasnya. Orang kafir
tidak diterima amalannya sebagaimana hadith Nabi saw:

العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد
كفر
"Sempadan yang membezakan diantara kita dan mereka (orang kafir)
adalah Solat, barangsiapa yang meninggalkan solat maka dia telah
kafir" [Hadith Sahih Riwayat Imam Ahmad]

10-Solat Malam yang optional ( Tarawih ) :

Rasulullah saw telah melakukan Qiam Ramadhan (Solat Tarawih) secara
berjemaah, kemudian baginda telah meninggalkannya kerana takut
umatnya akan mewajibkannya, maka sesiapapun tidaklah boleh mewajib
solat ini. Bilangan rakaat ialah 8 (lapan) rakaat tanpa witir
sebagaimana hadith dari A'isyah ra, :

ما كان النبي -صلى الله عليه وسلم- يزيد في
رمضان ولا في غيره على إحدى عشرة
ركعة
"Nabi saw tidak menambah pada malam Ramadhan dan selainnya sebanyak
11 rakaat" [Hadith Muttafaq 'alaih]


Umar bin al-Khattab ra menghidupkan sunnah Solat berjemaah 11 rakaat
ini, dan beliau bersolat pada zamannya sebanyak 23 rakaat, dan mereka
bersolat selepasnya sebanyak 39 rakaat. Amalan 23 rakaat dilakukan
sebagaimana solat di Masjidil Haram dan Masjid al-Nabawi, ini
merupakan pandangan 3 Imam dan mereka2 yang lain.

Apa yang wujud pada umat Islam sekarang adalah Solat Tarawih
dilakukan secara laju bacaannya, termasuklah ruku' dan sujudnya, dan
ini telah bertentangan dengan solat, iaitu kaifiat khyusuk, dan dalam
keadaan2 yang lain boleh mengakibatkan solat tersebut batal.

11-Zakat Fitrah

Zakat Fitrah merupakan amalan fardu, Nabi saw bersabda :

فرض رسول الله - صلى الله عليه وسلم - زكاة
الفطر من رمضان على الناس
"Rasulullah saw telah memfardukan zakat fitrah pada bulan Ramadhan
keatas manusia" [Hadith Muttafaq 'alaih]

Diwajibkan Zakat Fitrah keatas kanak2 dan orang dewasa, lelaki dan
perempuan, manusia bebas dan hamba dari orang2 Islam, dan kadarnya
diukur menurut negara tempat tinggal masing2, yang afdalnya tempat
tinggal siang dan malam mereka bersama keluarga. Yang paling afdal
diberikan kepada golongan miskin.

Waktu mengeluarkannya : Pada Hari Raya (Eid) sebelum solat, dan boleh
juga sehari atau 2 hari sebelumnya, dan tidak boleh melewatkannya
dari hari Eid.

==========
trjemahan dan olahan oleh Khairol Amin / Kamin
Sekian, wassalam



yahoogroup..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby melayu on Fri Oct 07, 2005 12:06 pm

aku ucapkan terima kasih dengan bahan yang panjang lebar...

sekian Assalamu'alaikum....

:)
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby melayu on Fri Oct 07, 2005 12:10 pm

fikrah_islami:

maka apakah perlu kita membina sebuah negara bila mana kita telah mendiami sebuah negara?
negara yang mana satu yang di maksudkan? harap dapat memberikan penerangan...

aku sudahi dengan terima kasih...

:)
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby fikrah_islami on Fri Oct 07, 2005 12:39 pm

melayu wrote:fikrah_islami:

maka apakah perlu kita membina sebuah negara bila mana kita telah mendiami sebuah negara?
negara yang mana satu yang di maksudkan? harap dapat memberikan penerangan...

aku sudahi dengan terima kasih...

:)


assalamu'alaikum.. :)

Salam Ramadhan.. :)

Tuan Melayu maksudkan membina negara tu drpd. posting yang mana..?
..rasanya takda pula saya kata perlu membina sebuah negara..


syukran.. :)
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby melayu on Fri Oct 07, 2005 5:24 pm

assalamu'alaikum.. :)

Salam Ramadhan.. :)

Tuan Melayu maksudkan membina negara tu drpd. posting yang mana..?
..rasanya takda pula saya kata perlu membina sebuah negara..

syukran.. :)


maksud dari:

..berhijrah ke Madinah..establish negara..bermulalah kehidupan Islam yang sempurna.
..berkembang hingga ke north africa.



maka lahirlah persoalan:

fikrah_islami:

maka apakah perlu kita membina sebuah negara bila mana kita telah mendiami sebuah negara?
negara yang mana satu yang di maksudkan? harap dapat memberikan penerangan...

aku sudahi dengan terima kasih...



terima kasih kerana respond.
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby fikrah_islami on Fri Oct 07, 2005 6:37 pm

melayu wrote:
assalamu'alaikum.. :)

Salam Ramadhan.. :)

Tuan Melayu maksudkan membina negara tu drpd. posting yang mana..?
..rasanya takda pula saya kata perlu membina sebuah negara..

syukran.. :)


maksud dari:

..berhijrah ke Madinah..establish negara..bermulalah kehidupan Islam yang sempurna.
..berkembang hingga ke north africa.



assalamu'alaikum.. :)

Oooo camtu.....

Saya tidaklah membuat research untuk jawab soalan Tuan Melayu nih..
..cuma jawapannya sekadar kefahaman saya setakat nih, insyaALLAH..

Rasul SAW telah berhijrah ke Madinah memandangkan tentangan yang hebat
dihadapi oleh Baginda Rasul SAW di Makkah..kebanyakan pembesar2 Makkah
menentang ajaran Islam yang dibawa oleh Rasul SAW kerana sayangkan pangkat
dan harta yang mereka miliki.....

..berbeza dengan suasana di Madinah..segolongan masyarakat dengan mudah
menerima Islam kerana didapati Islam sesuai dengan jiwa mereka yang sukakan
kebaikan.. Keamanan yang Rasul SAW dapat wujudkan di Madinah membolehkan
undang2 Islam dipaktikkan dalam negara Madinah.. Perlembagaan Islam 1 telah
dirangka di Madinah al-Munawwarah.. :)

..maka, dalam suasana negara kita yang telah menjadikan Islam sebagai agama
rasmi..dan kita [masyarakat Islam] telah diberi kebebasan untuk melaksanakan
semua tuntutan ajaran Islam [muhasabah diriiiiii].. maka, sewajarnya kita
melaksanakan Islam semampu yang kita boleh..[muhasabah diriiiiii lagie..]

Al-Quran yang ALLAH SWT turunkan complete [lengkap] untuk membina satu
tamadun yang hebat..sejarah Islam telah membuktikannya.. Namun, seperti yang
kita maklumi..tamadun Islam di zaman mutakhir inie tidaklah hebat melainkan
negara2 Islam ditimpa pelbagai masalah.........

..kami dijajah oleh US di Iraq..tanah kami dirampas dan kami ditindas di bumi
Palestine..kami kebuluran di Somalia, Africa..kami mengalami krisis moral di
kalangan muda-mudi di malaysia, indonesia..kami mengalami kepincangan dalam
sistem kekeluargaan [banyak kes2 di mahkamah syariah dan di pejabat agama]
..remaja kami ramai yang mengandungkan anak luar nikah..

..di mana silapnya kita..?

muhasabah diriiiiiiiiii lagie..

..rupa2nya Islam yang telah lengkap inie baru kita buat sikit dan ada banyak lagie
yang tak dibuat......astaghfirulLah.......[bukan orang lain..saya la tu..isk :nangis:]

..Kita telah ada negara..namun, yang kita takda ialah kesedaran tentang Islam
yang sebenar2nya.. inielah peranan para da'ie [warasatul anbiya..]


sampai sinie dulu..

syukran..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby melayu on Sat Oct 08, 2005 8:09 am

..maka, dalam suasana negara kita yang telah menjadikan Islam sebagai agama
rasmi..dan kita [masyarakat Islam] telah diberi kebebasan untuk melaksanakan
semua tuntutan ajaran Islam [muhasabah diriiiiii].. maka, sewajarnya kita
melaksanakan Islam semampu yang kita boleh..[muhasabah diriiiiii lagie..]


..kami dijajah oleh US di Iraq..tanah kami dirampas dan kami ditindas di bumi
Palestine..kami kebuluran di Somalia, Africa..kami mengalami krisis moral di
kalangan muda-mudi di malaysia, indonesia..kami mengalami kepincangan dalam
sistem kekeluargaan [banyak kes2 di mahkamah syariah dan di pejabat agama]
..remaja kami ramai yang mengandungkan anak luar nikah..

..di mana silapnya kita..?

muhasabah diriiiiiiiiii lagie..
..rupa2nya Islam yang telah lengkap inie baru kita buat sikit dan ada banyak lagie
yang tak dibuat......astaghfirulLah.......[bukan orang lain..saya la tu..isk ]

..Kita telah ada negara..namun, yang kita takda ialah kesedaran tentang Islam
yang sebenar2nya..
inielah peranan para da'ie [warasatul anbiya..]



mmm... the moral of the story dari kisah yang awak paparkan itu adalah menjurus kepada muhsabah diri, maafkan aku ni yang tak pandai beristilah bahasa, muhasabah diri ni kalau di ikut makna dalam bahasa melayu ni kena balik ke diri memasing gitu ke?

mmm...
kalau di katakan dalam bahasa yang ringkas:
"tepok dada tanya "selera"? gitu ke?

tetapi selera manusia berbagai ye tak?

apa apa lah, siapalah aku nak mengubah sesuatu,
namun usaha aku tetap aku cuba, hasilnya bukan urusan aku.......

boleh ke aku kata semacam tu?
bukan aku mengharap, jika betul Alhamdulillah, jika salah tolonglah di betulkan.

Terima Kasih sekali lagi.

Assalamu'alaikum.
:)
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby fikrah_islami on Mon Oct 10, 2005 6:18 pm

melayu wrote:mmm... the moral of the story dari kisah yang awak paparkan itu adalah menjurus kepada muhasabah diri, maafkan aku ni yang tak pandai beristilah bahasa, muhasabah diri ni kalau di ikut makna dalam bahasa melayu ni kena balik ke diri memasing gitu ke?

mmm...
kalau di katakan dalam bahasa yang ringkas:
"tepok dada tanya "selera"? gitu ke?


assalamu'alaikum.. :)

Muhasabah diriiiii yang saya maksudkan kat snie ialah melihat kembali kepada
diri sendiriiiiiiii..apakah sudah dilaksanakan kat diriiiii sendiri ataupun belum..

..makna kata mengingatkan diriiiiiii sendiri dan berusaha untuk membetulkan
diriiiiiii sendiriiiii.. kalu kita memasing melihat kepada diri kita sebelum melihat
kapada salahnya orang lain..dan membetulakan diri.. insyaALLAH ummat Islam inie
pasti gemilang..[muhasabah diriiiiiiii lagie nih..]

..tidak bermaksud mengikut selera..karana neraca kebenaran itu adalah apa yang
dipandang sebagai benar oleh ALLAH SWT..maka, sewajarnya kita as muslims
merujuk kepada al-Quran dan as-Sunnah untuk membetulkan diriiiiiiiii kita..
[muhasabah diriiiiiiii lagie..]

apa apa lah, siapalah aku nak mengubah sesuatu,
namun usaha aku tetap aku cuba, hasilnya bukan urusan aku.......

boleh ke aku kata semacam tu?
bukan aku mengharap, jika betul Alhamdulillah, jika salah tolonglah di betulkan


Saya menerangkan setakat apa yang saya faham..andai ada pandangan yang
ingin membetulkan pandangan saya........dialu2kan.....

Kita manusia tidak tahu semuanya..kita manusia slalu lupa....maka, peringatan itu
perlu slalu.......... :)

Salam Ramadhan.......... :)


syukran..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby fikrah_islami on Thu Oct 20, 2005 6:14 pm

assalamu'alaikum.. :)

Salam Ramadhaan..... :)

muhasabah diriiiiii..cuba menghidupkan sunnah insyaALlah..

From: dr aminah h

Mau Sihat Ala Rasulullah??

Rasulullah bersabda :
Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih
dicintai Allah daripada mu'min yang lemah ....."(HR Muslim)


Bagaimana agar senantiasa sehat seperti
Rasulullah? Ikuti resepi berikut :

SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun
sebelum shubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,
sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam
antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara shubuh yg bagus utk kesehatan/
terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari khamis atau Jumaat
baginda mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir
dan berminyak wangi.
"Mandi pada hari JUmaat adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa.
Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"(HR
Muslim)


TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Sabda Rasul : "Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum
lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai
kekenyangan)" (Muttafaq Alaih)


Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan
sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu
tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dgn adanya Puasa
Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

GEMAR BERJALAN KAKI

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad,
mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2 terbuka
dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk
mencegah penyakit jantung

TIDAK PEMARAH

Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi
sampai 3 kali
. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan
kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka,
tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan
kesehatan jiwa.

Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka
duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithan
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan
menghilangkan kegundahan hati

OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis
yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar,
istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa,
mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif
yang sangat tepat.

=====

aminah
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

bagaimana mahu menjadi Islam sebagaimana Rasulullah?

Postby melayu on Fri Oct 21, 2005 9:45 am

Tuan/Puan:

merujuk kepada persoalan saya : Bagai mana mahu menjadi Islam sebagaimana Islam-Nya Rasulullah.

harap dapat lah Tuan/Puan membincangkannya denag berlapang dada dan ingatan tentang yang HAQ, Insya Allah ....
saya ingin sangat mempelajari serta memahami tentang duduk perkara ini....
akhir kata saya sudahi dengan wabillahiltaufik wal hidayah, wassalamu'alaikum warohmatullahiwabarokatuh....

:)
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Re: bagaimana mahu menjadi Islam sebagaimana Rasulullah?

Postby fikrah_islami on Mon Oct 24, 2005 5:09 pm

melayu wrote:Tuan/Puan:

merujuk kepada persoalan saya : Bagai mana mahu menjadi Islam sebagaimana Islam-Nya Rasulullah.

harap dapat lah Tuan/Puan membincangkannya dengan berlapang dada dan ingatan tentang yang HAQ, Insya Allah .... :)


assalamu'alaikum.. :)

Tuan Melayu yang saya hormati..

..firstly janganlah bertuan2 dengan saya..saya insan biasa yang ingin perbaiki diriiii
..saya nih budak2 lagie..mesti tak percaya kalu nengok saya yang sempoi nih..hihi..

Saya bukanlah insan yang cemerlang untuk menerangkan inie semua..
..namun, saya suka berkongsi 'ilmu dengan Tuan Melayu, insyaALlah..

sila2kan lawat kat sini.....insyaALlah sarat ia dengan KEBENARAN.. :)

http://saifulislam.com/yahoo.html


syukran..
Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya
User avatar
fikrah_islami
Pengendali
Pengendali
 
Posts: 1911
Joined: Thu Jan 01, 1970 8:00 am
Location: alam ruh ke alam rahim ke alam dunya ke alam barzakh..

Postby melayu on Tue Oct 25, 2005 10:06 am

Posted: Mon Oct 24, 2005 5:09 pm


melayu wrote:
Tuan/Puan:

merujuk kepada persoalan saya : Bagai mana mahu menjadi Islam sebagaimana Islam-Nya Rasulullah.





assalamu'alaikum..

Tuan Melayu yang saya hormati..

..firstly janganlah bertuan2 dengan saya..saya insan biasa yang ingin perbaiki diriiii
..saya nih budak2 lagie..mesti tak percaya kalu nengok saya yang sempoi nih..hihi..

Saya bukanlah insan yang cemerlang untuk menerangkan inie semua..
..namun, saya suka berkongsi 'ilmu dengan Tuan Melayu, insyaALlah..

sila2kan lawat kat sini.....insyaALlah sarat ia dengan KEBENARAN..

http://saifulislam.com/yahoo.html



mmm... macam tu...
sebabnya yang banyak membuatkan hamba pacal yang hina ini bersoal jawab adalah kerana dek artikel-artikel yang di sertakan itu... menarik minat untuk bertanya dengan lebih mendalam... untuk lebih memahami... maka apabila menerima "jawapan" dari Tuan maka faham lah saya (agaknya lah) bagaimana kah yang di maksudkan (agaknya lah)

berkenaan dengan alamat yang saya bold kan. ingin lah sekali lagi saya bertanya, apakah itu dari salah satu gerakan "politik"?

harap di maafkan andainya pertanyaan saya keterlaluan... andainya itu tersingkap, maka adalah lebih baik di abaikan sahaja...

Assalamu'alaikum.....

:)
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7116
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

PreviousNext

Return to Bicara Aqidah

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest