HUKUM REBONDING?

Untuk apa-apa bicara berkaitan fiqh Islam.
Pengendali :: abuqais

HUKUM REBONDING?

Postby fikrul mustanir on Mon Feb 01, 2010 2:31 pm

HUKUM REBONDING

Tanya :
Ustadz apa hukumnya rebonding? (Dudung, Majenang)

Jawab :
Rebonding adalah meluruskan rambut agar rambut jatuh lebih lurus dan lebih indah. Prosesnya dua tahap. Pertama, rambut diberi krim tahap pertama untuk membuka ikatan protein rambut. Kemudian rambut dicatok, yaitu diberi perlakuan seperti disetrika dengan alat pelurus rambut bersuhu tinggi. Kedua, rambut diberi krim tahap kedua untuk mempertahankan pelurusan rambut.

Proses rebonding melibatkan proses kimiawi yang mengubah struktur protein dalam rambut. Protein pembentuk rambut manusia disebut keratin, yang terdiri dari unsur sistin (cystine) yaitu senyawa asam amino yang memiliki unsur sulfida. Jembatan disulfida -S-S- dari sistin inilah yang paling bertanggung jawab atas berbagai bentuk dari rambut kita. Rambut berbentuk lurus atau keriting dikarenakan keratin mengandung jembatan disulfida yang membuat molekul mempertahankan bentuk-bentuk tertentu. Pada proses rebonding, pemberian krim tertentu bertujuan untuk membuka/memutus jembatan disulfida itu, sehingga bentuk rambut yang keriting menjadi lemas/lurus.

Proses rebonding menghasilkan perubahan permanen pada rambut yang terkena aplikasi. Namun rambut baru yang tumbuh dari akar rambut akan tetap mempunyai bentuk rambut yang asli. Jadi, rebonding bukan pelurusan rambut biasa yang hanya menggunakan perlakuan fisik, tapi juga menggunakan perlakuan kimiawi yang mengubah struktur protein dalam rambut secara permanen. Inilah fakta (manath) rebonding.

Menurut kami, rebonding hukumnya haram, karena termasuk dalam proses mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah) yang telah diharamkan oleh nash-nash syara’. Dalil keharamannya adalah keumuman firman Allah (artinya), "Dan aku (syaithan) akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mengubahnya". (QS An-Nisaa` [4] : 119). Ayat ini menunjukkan haramnya mengubah ciptaan Allah, karena syaitan tidak menyuruh manusia kecuali kepada perbuatan dosa.

Mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah) didefinisikan sebagai proses mengubah sifat sesuatu sehingga seakan-akan ia menjadi sesuatu yang lain (tahawwul al-syai` ‘an shifatihi hatta yakuna ka`annahu syaiun akhar), atau dapat berarti menghilangkan sesuatu itu sendiri (al-izalah). (Hani bin Abdullah al-Jubair, Al-Dhawabit al-Syar’iyah li al-‘Amaliyat al-Tajmiliyyah, hlm.9).

Dari definisi tersebut, berarti rebonding termasuk dalam mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah), karena rebonding telah mengubah struktur protein dalam rambut secara permanen sehingga mengubah sifat atau bentuk rambut asli menjadi sifat atau bentuk rambut yang lain. Dengan demikian, rebonding hukumnya haram.

Selain dalil di atas, keharaman rebonding juga didasarkan pada dalil Qiyas. Dalam hadis Nabi SAW, diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud RA, dia berkata,"Allah melaknat wanita yang mentato dan yang minta ditato, yang mencabut bulu alis dan yang minta dicabutkan bulu alisnya, serta wanita yang merenggangkan giginya untuk kecantikan, mereka telah mengubah ciptaan Allah." (HR Bukhari).

Hadis ini telah mengharamkan beberapa perbuatan yang disebut di dalam nash, yaitu mentato, minta ditato, mencabut atau minta dicabutkan bulu alis, dan merenggangkan gigi. Keharaman perbuatan-perbuatan itu sesungguhnya didasarkan pada suatu illat (alasan penetapan hukum), yaitu mencari kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah (thalabul husni bi taghyir khalqillah) (Walid bin Rasyid Sa’idan, Al-Ifadah al-Syar’iyyah fi Ba’dh al-Masa`il al-Thibbiyyah, hlm. 62). Dengan demikian, rebonding hukumnya juga haram, karena dapat diqiyaskan dengan perbuatan-perbuatan haram tersebut, karena ada kesamaan illat, yaitu mencari kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah.

Sebagian ulama telah menyimpulkan adanya illat dalam hadis tersebut, sehingga mereka mengambil kesimpulan umum dengan jalan Qiyas, yaitu mengharamkan segala perbuatan yang memenuhi dua unsur illat hukum, yaitu mengubah ciptaan Allah dan mencari kecantikan. Abu Ja’far Ath-Thabari berkata,"Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa wanita tidak boleh mengubah sesuatu dari apa saja yang Allah telah menciptakannya atas sifat pada sesuatu itu dengan menambah atau mengurangi, untuk mencari kecantikan, baik untuk suami maupun untuk selain suami." (Imam Syaukani, Nailul Authar, 10/156; Ibnu Hajar, Fathul Bari, 17/41; Tuhfatul Ahwadzi, 7/91).

Adapun meluruskan atau mengeriting rambut tanpa perlakuan kimiawi yang mengubah struktur protein rambut secara permanen, yakni hanya menggunakan perlakuan fisik, seperti menggunakan rol plastik dan yang semisalnya, hukumnya boleh. Sebab tidak termasuk mengubah ciptaan Allah, tapi termasuk tazayyun (berhias) yang dibolehkan bahkan dianjurkan syara’, dengan syarat tidak boleh ditampakkan kepada yang bukan mahram. Wallahu a’lam.

Jakarta, 31 Januari 2010

Muhammad Shiddiq Al-Jawi
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2442
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Re: HUKUM REBONDING?

Postby WARIS on Fri Feb 05, 2010 11:23 am

Bagus maklumat ni wahai tuan fikrul mustanir...
Tapi remaja skrg main redah je...mungkin kurang pengetahuan ilmu agama dan hukum - hakam
ibu2 moden pun tak kurang juga buat rebonding dan warna rambut...mungkin kurang pengetahuan ilmu agama dan hukum - hakam juga tu..

remaja pula merujuk kepada ibu dan bapa...kalau ibunya sendiri sudah begitu maka rosaklah remaja...
Oleh itu jemaah ISlam perlu cari satu jalan penyelesaian...mungkin dgn menaja satu channel di Astro yg memaparkan hal2 hukum2 spt ini...

apa pandangan tuan...
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Re: HUKUM REBONDING?

Postby fikrul mustanir on Mon Feb 08, 2010 8:48 am

Bagus cadangan awak tu. :D
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2442
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Re: HUKUM REBONDING?

Postby WARIS on Mon Feb 08, 2010 10:49 am

Fenomena Dakwah zaman Skrg:

Nak sampaikan melalui kutbah jumaat - ramai yg dtg sembahyang di ujung2 kutbah sahaja...duduk saf paling last utk cepat blah bila habis sembahyang jumaat..

Nak sampaikan melalui ceramah agama di surau-surau dan masjid - ramai yg habis kerja pukul 8 malam...

Nak tak nak cara dakwah zaman skrg kena sesuai kan dengan keadaan. Cthnya dgn mendekati golongan yg menjauhi majlis agama sptmana yg disarankan oleh Dr. Asri (bekas Mufti Perlis) spt masuk ke tempat2 maksiat spt disco dll...ramai lulusan agama di Malaysia - apa salahnya beri peruntukan kepada mereka utk menjalan dakwah sebegini...InsyaAllah yg tua akan malu utk buat maksiat, yg berpangkat pun malu utk buat maksiat, yg muda pun akan terasa panans utk buat maksiat bila sering dikunjungi oleh pendakwah sebegini... Saya sendiri sanggup beri peruntukan tertentu dari pendapatan saya utk membiayai pendakwah yg dimaksudkan kalau mmg kerajaan negeri tiada peruntukan utk tujuan itu.

Saya mmg sokong idea Dr. Asri yg merupakan satu pendekatan ideal dari golongan muda mcm beliau dalam menyelesai masalah manusia moden dengan tuntutan ISlam. Keberanian beliau sukar di cari dalam persekitaran skrg. Sbb saya lihat kerosakan akhlak orang Islam skrg jatuh merudum di sebabkan kelalaian kita masyarakat ISlam.

Zaman skrg yg salah sering berlaku didepan mata. sehingga generasi muda merasakan itu adalah sebahagian dari kehidupan Islam mereka. Cthnya rebonding, mewarna rambut, bertudung tp berpakaian ketat, angkut mengangkut bukan muhrim dalam berpacaran dll.
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm


Return to Bicara Fiqah

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest