APA ITU JIHAD?

Untuk apa-apa bicara berkaitan ilmu dan amal gerakan Islam.

Postby karkuneze on Tue Mar 14, 2006 10:09 pm

Aslmkm,

ana jumpa benda ni "What do you guys think?



Tiga Isu Utama Dakwah Islam
Ditulis oleh M R Kurnia
Sabtu, 21 Mei 2005
Dakwah merupakan aktivitas untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam. Dakwah merupakan perkara yang amat penting. Karenanya, amat dapat dimengerti betapa kehidupan Nabi Saw adalah kehidupan dakwah. Banyak sekali persoalan yang dihadapi Nabi Saw dalam mengubah masyarakat. Namun, beliau memiliki fokus dalam aktivitas dakwahnya. Berkaitan dengan fokus dakwah ini, Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. al-Baqarah [2]: 218).

Di dalam ayat tersebut Allah SWT menggambarkan realitas para sahabat yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah SWT dengan semata-mata mengharapkan balasan-Nya. Zat Yang Mahaperkasa menyatukan ketiga perkara —yakni iman, hijrah, dan jihad— sebagai sesuatu yang saling berkaitan. Hal ini ditunjukkan dengan digunakannya kata hubung wa (dan), bukan aw (atau).

Pertama: iman. Secara syar’i, iman berarti pembenaran yang pasti tanpa sedikit pun keraguan, sesuai dengan realitasnya, dan bersumber dari dalil. Iman sering disebut sebagai akidah islamiyah.

Kedua: hijrah. Hijrah menurut Imam Ibnu Katsir adalah meninggalkan suatu daerah dan sistem syirik (dâr asy-syirk) menuju daerah dan sistem iman (dâr al-îmân)*1). Hijrah merupakan pemisah dua fase, yaitu fase pembangunan akidah (di Makkah) dan fase pembangunan pilar-pilar negara serta perlindungannya di Madinah. Hijrah merupakan titik tolak terbentuknya Daulah Islamiyah dan pengeluaran manusia dari kegelapan menuju cahaya.*2)


Lebih tegas lagi, hijrah adalah keluar dari suatu wilayah yang sistemnya kufur dan keamanannya di tangan kaum kafir (dâr al-kufr) masuk ke dalam sistem aturan Islam dan keamanannya berada di tangan kaum Muslim (dâr al-Islâm)*3). Sejak berhijrah ke Madinah, Rasulullah Saw sebagai kepala negara menerapkan hukum-hukum Islam di tengah-tengah masyarakat. Beliau dan para sahabatnya menyeru siapapun yang masuk Islam untuk berpindah ke dâr al-muhâjirîn. Di dalam banyak hadis disebutkan bahwa bentuk dâr al-Islâm itu adalah Khilafah yang dipimpin Khalifah. Dialah yang mengurusi umat setelah wafatnya Nabi Saw. Beliau bersabda:

Adalah Bani Israil, urusan mereka diurusi oleh para nabi. Ketika wafat seorang nabi, datanglah nabi yang lain. Sungguh, tidak ada nabi sesudahku, yang akan ada adalah para khalifah yang banyak. [HR. Bukhari].

Ketiga: jihad. Setelah menegakkan Pemerintahan Islam di Madinah, Nabi Saw diperintahkan berjihad. Secara syar’i, dari 26 kata jihad dalam surat-surat yang turun di Madinah dengan jelas menunjukkan makna perang. Karenanya, jihad merupakan pengerahan seluruh kemampuan untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung, dengan bantuan keuangan, pandangan (pemikiran), memperbanyak kuantitas (sawad) ataupun yang lain.*4) Jihad melindungi Islam dan kaum Muslim dari serbuan kaum kafir yang menghalang-halangi dakwah Islam secara fisik. Bangunan masyarakat yang ditegakkan di atas keimanan untuk menerapkan seluruh hukum-hukum Islam dan menyatukan kaum Muslim di bawah naungan Khilafah dijaga oleh semangat jihad untuk mengatasi hantaman musuh yang hendak memporak-porandakannya.

Berdasarkan ayat tersebut dan ayat-ayat senada lainnya (seperti Qs. al-Anfâl [8]: 72, 74, 75; Qs. at-Taubah [9]: 20; dan Qs. al-Hajj [22]: 58), Allah SWT menegaskan bahwa landasan dakwah Nabi Saw adalah: iman (akidah islamiyah), tujuannya mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam; penerapan syariah di bawah naungan Khilafah; dan jihad fi sabilillah untuk mempertahankan dan menyebarluaskan akidah Islam hingga Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Karena itu, dakwah harus difokuskan pada tiga isu utama, yaitu: akidah, Khilafah, dan jihad.


Qâdhiyah Mashîriyah

Qâdhiyah mashîriyah maknanya adalah perkara penting yang mengandung konsekuensi hidup atau mati.*5) Al-Qur’an dan as-Sunnah telah menetapkan perkara-perkara yang merupakan qâdhiyah mashîriyah. Perkara-perkara tersebut adalah:

1. Akidah Islam. Orang yang murtad diberikan dua pilihan, yakni bertobat atau mati setelah dibuktikan di pengadilan. Rasulullah Saw bersabda:

Siapa saja yang mengganti agamanya (murtad dari Islam) maka bunuhlah. [HR. Bukhari].

2. Kesatuan umat. Rasulullah Saw telah menjadikan kesatuan umat di bawah satu kepemimpinan Khalifah sebagai qâdhiyah mashîriyah (perkara utama) kaum Muslim. Siapa saja yang memporakporandakan kesatuan kaum Muslim alternatifnya hanya dua, kembali ke kesatuan umat sehingga tetap hidup, ataukah mati. Rasulullah Saw bersabda:

Siapa saja yang membaiat seorang imam (khalifah) seraya memberikan tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia menaatinya sekuat tenaga. Apabila datang orang lain memporakporandakannya maka penggallah leher orang tersebut. [HR. Muslim].

3. Memenangkan Islam. Ketika di Makkah, Rasulullah Saw memproklamirkan bahwa memenangkan Islam merupakan qâdhiyah mashiriyah. Ketika beliau di Makkah ditawari tahta, wanita, dan kekuasaan oleh kafir Quraisy dengan syarat menghentikan dakwah Islam, beliau tidak menghentikannya hingga Allah memenangkan Islam atau beliau binasa, bahkan andaikan mereka dapat mendatangkan matahari di tangan kanan dan bulan di tangan kiri beliau. Saat di Madinah beliau bersabda:

Demi Allah, sungguh, aku akan senantiasa berjihad terhadap mereka di atas apa yang diutuskan Allah padaku, hingga Allah memenangkannya atau leher ini tergelincir. [HR. Ahmad].

Paparan di atas menunjukkan bahwa akidah Islam, menerapkan Islam dan menyatukan umat di bawah naungan Khilafah, serta jihad untuk memenangkan Islam ketika mendapatkan halangan fisik dari kaum imperialis merupakan qâdhiyah mashiriyah (perkara utama) kaum Muslim. Realitas ini semakin mengokohkan bahwa fokus dakwah adalah: akidah Islam, Khilafah, dan jihad fi sabilillah.

Persoalan umat demikian banyak; perlu fokus. Jika tidak, niscaya energi akan tersebar, tujuan pun semakin lama tercapai. Fokus dakwah pada tiga persoalan utama tersebut bukan berarti meninggalkan hal yang lain. Akan tetapi, aktivitas lain itu jangan sampai memalingkan dakwah dari arah utamanya.


Urgensi Tiga Fokus Utama Dakwah

Kebangkitan umat bergantung pada pemahamannya tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan serta hubungan semua itu dengan keadaan sebelum dunia dan setelah dunia: dari mana manusia sebelum hidup di dunia; untuk apa manusia ketika hidup di dunia; dan akan kemana manusia setelah mati meninggalkan dunia?

Umat yang memahami bahwa hidup hanya di dunia semata akan berbeda dengan umat yang memahami bahwa nanti akan ada kehidupan di akhirat tetapi hidup di dunia tidak terkait dengan kehidupan akhirat. Lain lagi dengan umat yang memahami bahwa dia diciptakan Allah SWT di dunia untuk beribadah kepadanya dengan cara mengikuti aturan yang Dia turunkan, dan kelak akan hidup lagi di akhirat, dihisab, dan setiap amal akan dibalas.

Jawaban terhadap pertanyaan dasar di atas itulah akidah. Kekeliruan akidah akan menjadikan hidup salah arah. Umat yang akidahnya keliru akan berada dalam arah hidup menuju kenestapaan dunia dan akhirat. Berdasarkan hal ini, akidah merupakan perkara terpenting dalam perubahan masyarakat, bahkan dalam hidup. Lebih dari itu, Nabi saw. mengubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam dilandasi oleh akidah islamiah.

Pada saat sekarang ini, akidah umat sedang dirasuki oleh akidah sekular. Keyakinan demikian tidak dapat hilang tanpa penanaman akidah Islam. Jadilah dakwah untuk menanamkan akidah Islam menjadi urgen.

Akidah Islam mengharuskan penganutnya terikat dengan seluruh aturan Islam yang dibawa oleh Nabi Saw (Lihat, misalnya, Qs an-Nisâ’ [4]: 65). Karenanya, orang yang berpegang pada akidah Islam akan senantiasa terikat dengan aturan-aturan Islam. Keterikatan pada syariat Islam bukanlah karena takut oleh polisi atau penguasa, melainkan karena takut kepada Allah SWT. Hasilnya, aturan Islam yang digali dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang diwahyukan oleh Allah SWT akan dilaksanakan dengan penuh kerelaan dan ketundukan serta dijaga dan dipelihara oleh masyarakat atas dasar keimanannya.

Realitas pun memastikan mutlaknya penerapan aturan Islam. Krisis multi-dimensional yang terjadi saat ini disebabkan karena tidak diterapkannya Islam. Sebagai contoh, akibat umat Islam tidak menerapkan Islam dalam sistem ekonomi maka ekonomi kapitalislah yang diterapkan. Akibatnya, terjadilah privatisasi barang milik umum; hak rakyat dirampas oleh pemilik modal; yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin akibat kezaliman sistem ekonomi tersebut. Kalaupun negara-negara kapitalis besar kelihatannya ‘sejahtera’, sebenarnya itu semu. Sebab, mereka ‘sejahtera’ karena mengeruk kekayaan dan menjajah negeri-negeri Muslim secara ekonomi. Saat politik tidak diatur oleh aturan Islam, muncullah politik opurtunistik yang tidak lagi membela rakyat, melainkan sekadar kepentingan individual atau partai. Begitu juga dalam masalah lainnya. Benang merah dari semua itu adalah krisis multidimensional yang terjadi disebabkan oleh tidak diterapkannya aturan Islam. Jika itu akar persoalannya, maka pemecahannya adalah menerapkan secara total aturan Islam dalam setiap aspek kehidupan.

Penerapan aturan ini meniscayakan adanya kekuasaan dan sistem yang menerapkannya. Sistem ini adalah Daulah Islam atau Khilafah Islam. Tanpa Daulah Islam atau Khilafah Islam tidak mungkin syariat Islam dapat diterapkan secara kâffah. Itulah juga yang dipraktikkan Nabi Saw dan para sahabat beliau pada masa lalu.

Tantangan saat ini pun bersifat global, mendunia. Betapa cengkeraman negara kafir imperialis AS dan sekutunya di negeri Muslim Palestina, Afganistan, Filipina, Pattani, Irak, bahkan Malaysia dan Indonesia lewat tanpa penyelesaian. Negara yang bersifat kebangsaan semakin tampak lemah dan tidak dapat menyelesaikan banyak persoalan. Solusinya haruslah global. Kaum Muslim harus bersatu dalam satu kepemimpinan umum sedunia, yaitu Khilafah Islam. Teranglah, betapa urgen keberadaan Khilafah Islam.

Kini, ada negeri-negeri Muslim seperti Palestina dan Irak yang langsung dijajah secara militer. Untuk membebaskan negeri-negeri tersebut dari penjajahan, Islam menetapkan hukum jihad, yang terutama diwajibkan atas Khalifah. Begitu juga, kelak ketika Allah SWT memberikan kemenangan kepada kaum Muslim dengan tegaknya syariat Islam dan menyatunya negeri-negeri kaum Muslim. Jika kaum imperialis menggunakan senjata untuk menghancurkan kekuatan dunia baru tersebut maka Khalifah akan melindungi Islam dan umatnya dengan menyerukan jihad. Untuk mempersiapkan hal-hal tersebut, maka ruh jihad dalam diri umat Islam perlu ditumbuhkan. Dengan ruh jihad, musuh-musuh Islam akan berpikir ulang untuk menjajah kaum Muslim.


Sosialisasi

Penyatuan isu dakwah tentang akidah Islam, Khilafah, dan jihad dapat diwujudkan dengan menanamkan pada umat Islam hakikat langkah menuju kebahagiaan hakiki. Secara umum, penting umat Islam menyadari hakikat kebahagiaan hakiki tersebut. Hakikat yang dimaksud adalah:

1. Hidup ini adalah untuk meraih keridhaan Allah SWT.

2. Keridhaan Allah SWT itu ada dalam ketaatan kepada-Nya yang didasarkan atas keimanan/akidah Islam.

3. Ketaatan kepada Allah SWT hanya dapat terwujud dengan cara menerapkan seluruh aturan-aturan-Nya secara total (kâffah).

4. Penerapan Islam kâffah hanya dapat terjadi dengan sempurna jika seluruh syariat Islam diterapkan di bawah naungan Khilafah.

5. Khilafah adalah milik seluruh umat Islam. Karenanya, menjaga kelanggengan tegaknya Khilafah merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Setiap Muslim sejatinya menjadi penjaga setiap celah Islam melalui dakwah dan jihad bersama dengan kepemimpinan umat Islam tersebut.

Tolok ukur keberhasilan dakwah dengan tiga fokus tersebut dapat dilihat dari munculnya kesadaran politik (wa’yu siyâsi) umat. Semakin banyak umat yang tersadarkan, dan semakin besar opini umum yang terbentuk, menunjukkan semakin berhasilnya dakwah tersebut. Pada sisi lain, semakin banyaknya proyek dari negara-negara besar terhadap para pengekornya untuk menentang opini yang dikembangkan itu merupakan indikasi lain keberhasilan dakwah ‘three in one’ ini.

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. [majalah al-wa’ie, Edisi 57]

Catatan Kaki:

1. Ibnu Katsir, 1412H, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, Dar al-Fikr, I/544.
2. Muhammad Abdullah al-Khatib, 1995, Makna Hijrah Dulu dan Sekarang (Terj.), Gema Insani Press, hlm. 64.
3. Taqiyyuddin an-Nabhani, 1953, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, Min Mantsurat Hizbut Tahrir, 2/229.
4. Muhammad Khair Haikal, 1996, Al-Jihâd wa al-Qitâl fî as-Siyâsah asy-Syar’iyyah, Dar al-Bayariq, 1/40-44.
5. Abdul Qadim Zallum, 1990, Kayfa Hudimat al-Khilâfah, Dar al-Ummah, hlm. 193, Cet. 3.
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby fikrul mustanir on Wed Mar 15, 2006 3:29 pm

Assalamualaikum,

Terima kasih sdr karkuneze atas input yang diberikan.

Pada pandangan saya idea yang dihidangkan oleh artikel tersebut adalah bernas. Sememangnya dalam melakukan sesuatu kerja kita mestilah memfokuskan kerja tersebut kepada nilai yang menjadi tujuan dari kerja tersebut. Dari sanalah kita akan merangka kerja yang boleh membawa kita kepada tujuan tersebut berdasarkan hukum sebab-akibat yang tidak bercanggah dengan syara'.

Menyedari hakikat bahawa resources yang dimiliki oleh kita adalah terbatas, menyebabkan kita tidak boleh melakukan keseluruhan kerja-kerja untuk kemaslahatan kaum muslimin. Maka tidak boleh tidak kita terpaksa memilih memfokuskan kerja kita kebada bebera-hal shaja bukan dalam semua hal. Inilah yang disebut sebagai "Qâdhiyah Mashîriyah" dalam artikel tersebut.

Wasalam.
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2441
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Postby WARIS on Wed Mar 15, 2006 3:38 pm

MENYEDARI HAKIKAT TERBATAS
INILAH DILEMMA YANG DI TANGGUNG OLEH PEMIMPIN MALAYSIA
SORANG MUSLIM TERBATAS KEPADA SATU PENGETAHUAN
KALAU ADA UKHUWAH SEMUA PENGETAHUAN DAPAT DIGABUNGKAN UTK DILAKSANAKAN

NAK BUAT SORANG-SORANG MANA JALAN

MENYEDARI HAKIKAT TERBATAS
MAKA KITA KENA BANTU PEMIMPIN - MAKA AKAN TERJADI GABUNGAN PENGETAHUAN
TAPI KALAU "MELAKNAT" AKAN MELUMPUHKAN MOTIVASI DALAM PELAKSANAAN


Menyedari hakikat bahawa resources yang dimiliki oleh kita adalah terbatas, menyebabkan kita tidak boleh melakukan keseluruhan kerja-kerja untuk kemaslahatan kaum muslimin.

:P
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby karkuneze on Wed Mar 15, 2006 8:56 pm

karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby fikrul mustanir on Thu Mar 16, 2006 3:55 pm



Ada segelintir mereka yang mengaku Islam yang allergi dengan doa seperti itu.......sebab ada permohonan untuk menimpakan musibah kepada orang-orang yang kafir. :D

Mereka ini hanya sibuk menghabiskan masa mereka di depan komputer untuk merubah mind set kaum muslimin dalam menjayakan sterategi propaganda barat "to blame the victims so that the cruel action of the predator will be justified". :-?

Harap sdr karkuneze dapat menterjemahkan kandungan doa tersebut dalam bahasa melayu sebagai tatapan berfaedah pengunjung BMC yang lain. :D
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2441
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Postby WARIS on Thu Mar 16, 2006 4:44 pm

HINGGA KELUAR TANGGAPAN NEGATIF TENTANG ISLAM BERKAITAN TERSEBUT :P

KUALA LUMPUR: Sebuah laman web didapati mempermainkan Islam menerusi debat kononnya umat Islam Malaysia dibenarkan menghina agama lain, terutama dalam setiap khutbah Jumaat.

Antara petikan artikel dalam bahasa Inggeris itu, adalah;
"Umat Islam di Malaysia dibenar menghina agama lain. Dalam khutbah Jumaat, semua imam di masjid di seluruh negara mengecam bukan Islam dengan memburukkan mereka".

"Orang Islam boleh memberi ceramah kepada bukan Islam tetapi bukan Islam dilarang memberi ceramah mengenai agama mereka kepada orang Islam-kecuali anda ingin ditahan tanpa bicara mengikut Akta Keselamatan Dlm Negeri (ISA)" .



KERANA SE EKOR KERBAU TU, SEKUMPULAN TERPALIT LUMPUR
:P :P
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby fikrul mustanir on Thu Mar 16, 2006 4:49 pm

WARIS wrote:HINGGA KELUAR TANGGAPAN NEGATIF TENTANG ISLAM BERKAITAN TERSEBUT :P

KUALA LUMPUR: Sebuah laman web didapati mempermainkan Islam menerusi debat kononnya umat Islam Malaysia dibenarkan menghina agama lain, terutama dalam setiap khutbah Jumaat.

Antara petikan artikel dalam bahasa Inggeris itu, adalah;
"Umat Islam di Malaysia dibenar menghina agama lain. Dalam khutbah Jumaat, semua imam di masjid di seluruh negara mengecam bukan Islam dengan memburukkan mereka".

"Orang Islam boleh memberi ceramah kepada bukan Islam tetapi bukan Islam dilarang memberi ceramah mengenai agama mereka kepada orang Islam-kecuali anda ingin ditahan tanpa bicara mengikut Akta Keselamatan Dlm Negeri (ISA)" .



KERANA SE EKOR KERBAU, SEKUMPULAN TERPALIT LUMPUR
:P :P


Doa yang mana satu.....cuba qoute kat sini. Kemudian baru la kita sama-sama menilai doa tersebut sebagai syari' atau tidak.....berdasarkan nas. Jangan kerana ada cemuhan orang kafir saja kita terus nak pinda apa yang disyariatkan. Seolah-olah Islam itu bersumberkan dari 'apa kata orang kafir' bukannya apa yang diWahyukan oleh Allah SWT. :D
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2441
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Postby WARIS on Thu Mar 16, 2006 4:53 pm

CUBALAH TUAN FIKRUL YANG SAYA MULIAKAN CEK DALAM NI:

Image

:P
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby kiethegreat on Thu Mar 16, 2006 5:11 pm

:P

JAKAM laa pulaks...memuler memorandum.... :P ..pastuh islam leh hina agama lain lam khutbah etc...

ape lagik nih lepas nih :P

kesimpulan....nie tanda-tanda x brape bagus nih :P
Al Ikhlas..Mengesakan Tuhan
kiethegreat
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2140
Joined: Mon Mar 05, 2001 8:00 am
Location: mana mana laa...janji bahgia

Postby fikrul mustanir on Thu Mar 16, 2006 5:26 pm

Sebenarnya ana tak risau dengan apa orang kafir kata terhadap Islam kerana seperti kata abg awang itu memang dah kerja mereka.......yang ana risau ialah ada orang Islam yang termakan kata-kata sikafir tersebut. Sehingga kata-kata...seperti, "HINGGA KELUAR TANGGAPAN NEGATIF TENTANG ISLAM BERKAITAN TERSEBUT" dan "KERANA SE EKOR KERBAU, SEKUMPULAN TERPALIT LUMPUR" boleh terpacul dari mulut orang Islam sendiri.

Kata-kata diatas secara tersirat telah menyalahkan para imam yang membaca doa (yang dijadikan hujah sebagai memusuhi kafir) dalam khutbah Jumaat. Mereka ini seolah-olah lupa dengan firman Allah, "Walan tardo anka al yahudu wa lannasara hatta tattabia milatahum." Oleh itu tak perlu lah kita meminda apa yang diSyariatkan oleh Allah hanya semata-mata orang kafir tidak redho dengan syariat tersebut.
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2441
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Postby WARIS on Fri Mar 17, 2006 8:40 am

ENTAH LE NAK AMIK TAHU KE IDAK APA ORANG KAFIR KATA
TAPI "Khalifah Umar al-Khattab " BERKATA:

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya

TAPI ADA JUGA MANUSIA LAIN BERKATA:

Seorang yang bijak akan membetulkan kesilapannya daripada kesalahan orang lain
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby karkuneze on Fri Mar 17, 2006 11:01 am

Aslmkm,

Gadoh lagi, hisy sudahlah , nyesal pulak aku
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby WARIS on Fri Mar 17, 2006 11:18 am

Bukan gaduh tu
DEBAT PASAL HINA ISLAM - DALAM LAMAN WEB

TAK SAMA PENDAPAT DALAM MAJLIS ILMU BUKAN BERGADUH
HANYA UNTUK MENCAMBAHKAN FIKIRAN
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby akuumno on Fri Mar 17, 2006 11:43 am

MANA DIA SIRAH NABI TU... JANGAN NAK BERDOLAK DALIK... SOALAN FIKRUL JELAS. BUDAK SETAHUN JAGUNG PUN TAHU MAKNA SOALANNYA NI. MANA SIRAH TU...

Fikrul: Aku bukan qadhi untuk menjatuhkan hukum. Aku hanya menyebutkan hukuman yang dinyatakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis mutawattir, yang berbunyi, "man kazzaba alaiya muta'amidan falyatabawwa maq'adahu min an narri." Maksudnya "Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka."


SOALAN FIKRUL MUDAH DIFAHAMI: "Sepanjang mengaji sirah tidak pernah aku jumpa kisah yang menceritakan bahawa Nabi menziarahi pemuka kafi harbi fi'lan (kafir yang secara de facto sedang berperang dengan orang Islam) ketika mereka jatuh sakit. So apabila menziarahi Sharon yang sedang sakit itu dikatakan sebagai sunnah oleh kamu. Adalah menjadi hak bagi aku dan pengujung BMC yang lain untuk bertanyakan sumbernya, kalau ada ok tapi kalau tidak, adalah lebih baik kamu menarik balik kata-kata tersebut. Supaya ancaman dari hadis mutawattir yang aku nukilkan di atas tidak kena kepada kamu."

MANA SIRAH NABI TU 'MASTER' WARIS...? :gelak: :gelak: :gelak: :gelak: :gelak: :gelak:
User avatar
akuumno
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2698
Joined: Mon Jul 22, 2002 8:00 am

Postby fikrul mustanir on Fri Mar 17, 2006 3:31 pm

karkuneze wrote:Aslmkm,

Gadoh lagi, hisy sudahlah , nyesal pulak aku


Tiada apa nak disesalkan......ini bukan bergaduh tapi sira' ul fikri (pergulatan pemikiran) yang merupakan salah satu bentuk dari dakwah. :D
User avatar
fikrul mustanir
Ahli Emeritus
Ahli Emeritus
 
Posts: 2441
Joined: Wed Aug 13, 2003 5:53 pm
Location: The Future Daulah Khilafah

Postby WARIS on Fri Mar 17, 2006 3:45 pm

ALHAMDULILAH ...ITULAH HIKMAH DARI KEFAHAMAN

Juga diriwayatkan bahawa Luqman itu seorang hamba bangsa Habsyi, kerjanya sebagai tukang kayu, tukang jahit dan seorang penggembala kambing. Apabila bertemu dengan seorang lelaki dia bercakap dengan penuh Hikmah, sehingga orang lelaki itu takjub lalu berkata: “Bukankah engkau seorang penggembala kambing?” Dijawabnya: “Benar!” Lalu ditanya orang lelaki itu lagi: “Bagaimana engkau telah dapat mencapai kedudukan engkau yang begini (bijak bestari)?” Luqman menjawab: “Saya mendapatnya dengan bercakap benar, memelihara amanah dan tak ambil tahu apa yang bukan urusan saya.”

:P
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby jamban on Fri Mar 17, 2006 7:06 pm

jihad maknaya luas-berjuang dgn segala anggota ,zahir,batin,dgn harta benda ,tenaga atau nyawa kita sendiri.

Jihad ada banyak...antaranya

jihad melawan -nafsu-melwan nafsu dari godaan syaitan .contoh berpuasa

jihad membela diri- berjuang hingga terkorban diri kerana mempertahankan agama islam .contoh perang uhud,badar

jihad membela hartabenda-guna hartabenda utk menegakkan islam dan .

jihad membela tanahair-berjuang mmepertahankan negara dari ancaman musuh islam.


p/s orang yg namanya jihad tak termasuk dlm golongan ini,jika tak berjihad.....
jamban
Ahli Setia
Ahli Setia
 
Posts: 478
Joined: Sun Dec 25, 2005 9:13 pm
Location: Semenanjung Tanah Melayu,Tanah Jawi

Postby WARIS on Tue Mar 21, 2006 8:11 am

Jihad dalam mentauladan Islam itu syumul, addin kepada masyarakat dunia :P
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby karkuneze on Wed Mar 22, 2006 11:04 am

Yang penting jangan sibuk pada jihad tertentu hingga kita lupa dengan jihad yang lain
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby WARIS on Wed Mar 22, 2006 12:41 pm

MAKAN SECARA TAK MEMBAZIR
PUN KIRA JIHAD GAK TU KOT?
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

Postby karkuneze on Wed Mar 22, 2006 7:09 pm

MAKAN SECARA TAK MEMBAZIR
PUN KIRA JIHAD GAK TU KOT?


Should be .......I think so.

Well membazir is 4 sure syaitan's way of life
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby melayu on Wed Mar 22, 2006 7:31 pm

mengawal perasaan dari mengamuk/mengata yang lain darinya itu dengan tak tentu hala pun JIHAD jugak kan?

muhsabah diri itu pun JIHAD jugak kan?

selalu menilik diri baik dan buruk itu pun jihad jugak kan?

selalu mengkaji keTuhanan pun JIHAD jugak kan?

yang berbuat baik kepada makhluk selalu itu pun JIHAD kan?

JIHAD yang macam mana sebenarnya yang di maksudkan RASULULLAH ni?

jangan tanya kehendak penglima perang....
jangan tanya pemandu teksi....
jangan tanya pengebom berani mati....

tanya AQ dan AS dalam diri....
jika benar ISLAM sejati.....

:oops:
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7108
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby karkuneze on Wed Mar 22, 2006 8:30 pm

mengawal perasaan dari mengamuk/mengata yang lain darinya itu dengan tak tentu hala pun JIHAD jugak kan?

muhsabah diri itu pun JIHAD jugak kan?

selalu menilik diri baik dan buruk itu pun jihad jugak kan?

selalu mengkaji keTuhanan pun JIHAD jugak kan?

yang berbuat baik kepada makhluk selalu itu pun JIHAD kan?

JIHAD yang macam mana sebenarnya yang di maksudkan RASULULLAH ni?

jangan tanya kehendak penglima perang....
jangan tanya pemandu teksi....
jangan tanya pengebom berani mati....

tanya AQ dan AS dalam diri....
jika benar ISLAM sejati.....


Yes n yes n yes n yes n dats not all there r more,
dan sudah tentu kena berlandaskan AQ dan AS,
If not bukan Islam sejati but then again Allah lah yang akan buat penilaian,
kita cuma usaha sebaik mungkin.
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby WARIS on Thu Mar 23, 2006 7:37 am

Banyak juga jihad yang menjadi asas kekuatan iman kita sendiri ...kita sering abaikan yek? :kenyit:

Spt awang kata ...yang kita boleh buat pun kita tak mampu nak buat :kenyit:

Napa asik terfikir yang tak mampu kita buat dalam masa terdekat ini dijadikan alasan :-?

Yang penting usaha :kenyit:
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

PEMBAHAGIAN JIHAD

Postby karkuneze on Sat Mar 25, 2006 1:48 pm

PEMBAHAGIAN JIHAD
Dari jenis lawan yang dihadapi


--------------------------------------------------------------------------------

1. Jihadun Nafsi:
Yaitu Pembinaan/Tarbiyyah manusia terhadap dirinya untuk menta'ati Allah, menolak fitnah syahwat dan syubhat, dan melaksanakan ketaatan walupun ia amat berat dan tidak disukai oleh hawa nafsunya.

Ibnul Qayyim membagi Jihadun-Nafsi ini menjadi empat martabat (bagian):

1. Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk memahami petunjuk dan Dien yang Haq.
2. Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk mengamalkan Dien yang Haq
3. Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk menyeru (Dakwah) kepada Dien yang Haq, untuk mengajari orang yang belum mengetahui.
4. Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk bersabar menghadapi kesulitan kesulitan dakwah (menyeru) kepada Allah dan bersabar menghadapi gangguan makhluk, dan juga menanggung semuanya itu karena Allah.

Selanjutnya Ibnul Qoyyim mengatakan : "Jika manusia telah menyempurnakan keempat martabat ini, maka jadilah ia termasuk kedalam golongan Rabbaniyyin, karena sesungguhnya Ulama Salaf sepakat bahwa orang alim tidak berhak digelar Rabbaniy sehingga ia mengetahui Al-Haq, mengamalkannya dan mengajarkannya. Oleh karena itu, barang siapa yang telah mengetahui, mengamalkan dan mengajarkan Al-Haq, maka ia dipanggil sebagai manusia yang agung dalam kerajaan langit.

Oleh karena pentingnya jenis Jihad ini terdapat keterangan didalam hadist yang menunjukan pengertian Jihad secara ringkas dan singkat:

Fudulah bin Ubaid ra berkata : Rasulullah saw pada Hajjatul Wada' (Ibadah Haji yang terakhir) bersabda : "ketahuilah kukhabarkan kepada kalian orang Mu'min ialah orang yang menyebabkan orang lain merasa aman baik harta maupun jiwanya, Muslim ialah orang yang orang lain selamat dari lidah dan tangannya, Mujahid ialah orang yang berjihad terhadap dirinya dalam menta'ati Allah dan Muhajir ialah orang yang meninggalkan kesalahan dan dosa." (HR Ahmad)

2. Jihadus Syaitan :

Yaitu Jihad melawan syaitan dengan menolak syahwat dan syubhat yang dilontarkan (godaan syaitan) kepada manusia.
Jihad terhadap syaitan dengan menolak syubhat yaitu dengan ilmu yang manfa'at dan warisan para nabi sehingga membuahkan keyakinan yang teguh kedalam hati. sedangkan Jihad terhadap syaitan dengan menolak syahwat dan segala keinginan yang merusak yaitu dengan perasaan takut kepada Allah dan banyak mengingat perjumpaan dengannya dan kedudukannya dihadapan Alla swt.

3. Jihadul Kuffar :

Yaitu Jihad menghadapi orang kafir dengan memerangi dan membunuh mereka, dan mengerahkan segala yang diperlukan dalam peperangan baik berupa harta, jiwa dan yang lainnya sebagaimana sabda nabi Muhammad saw :

"Perangilah orang-orang musyrik itu dengan hartam, diri dan lisanmu." (HR Abu Daud, An Nasa'i, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Baghawi dan Ibnu Asakir dari Anas ra)

Ia bertanya lagi : "Apakah Jihad itu? Beliau menjawab: "Engkau perangi orang-orang kafir jika engkau menjumpai dimedan perang." Ia bertanya lagi : "Jihad macam mana yang paling utama?" Beliau menjawab : "Sesiapa yang dilukai anggota badannya dan dialirkan darahnya." (HR Ahmad)

Sebagaimana telah dinyatakan dalam pembahasan pengertian Jihad bahwa lafaz Jihad fie Sabilillah dinyatakan secara mutlak maka tiada lain yang dimaksud adalah jenis Jihad ini, yaitu Jihadul-Kuffar. Oleh itu jika status hukum Jihad ini sudah menjadi fardu a'in maka kewajiban ini tidak dapat diganti dengan dakwah dan infaq atau amal-amal lainnya selain Jihad.

Adapun yang dimaksud dengan kaum Kuffar ialah Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani), Majusi, Shobiah dan Non Muslim lainnya.

Ahli Kitab diarahkan untuk membuat pilihan : memeluk Islam, atau masuk jaminan kaum muslimin dengan membayar Jizyah atau Perang.

Firman Allah :
"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (Agama Allah), (yaitu orang-orang) yagn diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar Jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." (QS At-Taubah ayat 29)

Abu Buraidah dari ayahnya, ia berkata, "Jika Rasulullah saw menyuruh seorang komandan perang atau sariyah, maka beliau saw berwasiat khas kepadanya agar bertakwa kepada Allah dan mewasiatkan kebaikan kepada orang-orang Muslim yang bersamanya, kemudian beliau saw bersabda :

"Berperanglah kalian dengan nama Allah dan di jalan Allah. Perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah dan janganlah berlebih lebihan, berkhianat dan mendendam. Janganlah membunuh anak kecil. Jika kamu menghadapai musuh dari kalangan orang-orang musryik, maka serulah mereka kepada tiga hal. Mana saja diantara tiga hal itu yang mereka penuhi, maka terimalah dan tahanlah dirimu untuk tidak memerangi mereka. Kemudian serulah mereka kepada Islam. Jika mereka memenuhinya, maka terimalah dan tahanlah dirimu untuk tidak memerangi mereka. Kemudian serulah mereka agar berpindah dari daerah mereka ke daerah Muhajirin. Beritahukanlah mereka bahwa jika mereka mau melaksanakannya, maka mereka akan mendapatkan seperti yang didapatkan orang-orang Muhajirin dan berkewajiban seperti kewajiban orang-orang Muhajirin. Jika mereka menolak untuk berpindah dari sana, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka seperti orang asing bagi orang-orang Muslim. Hukum Allah berlaku atas mereka seperti yang berlaku atas orang-orang Mukmin. Mereka tidak mendapatkan sedikitpun dari harta rampasan perang dan Fa'i, kecuali jika mereka berperang bersama-sama orang Muslim. Jika mereka menolak hal itu maka mintalah Jizyah dari mereka. Jika mereka memenuhi seruanmu, maka terimalah dan tahanlah dirimu untuk tidak memerangi mereka. Jika mereka tetap menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. (HR Muslim dan Ahmad)

Adapun bagi kaum Kuffar lainnya selain Ahli Kitab dan kaum Murtad dari Islam, mereka diarahkan untuk memilih diantara dua pilihan : masuk Islam atau Perang.
Firman Allah :
"Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal:" Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam)...(QS Al-Fath 16)

Pafa Fukaha berbeda pendapat mengenai kaum kuffar selain Ahli Kitab :

Menurut Mazhab Hanfi :
Didalam kitab Hasyiyah Ibnu Abidin, dinyatakan : Pasal Jizyah...Jizyah dibebankan kepada Ahli Kitabm, dan Majusi, dan Wathani (penyembah berhala) yang berbangsa Ajam (bukan Arab dan bukan orang murtad). Oleh itu Jizyah tidak diterima dari Wathani yang berbangsa Arab dan dari orang Murtad. Mereka hanya disuruh memilih masuk Islam atau Perang.

Menurut Mazhab Maliki :
Didalam kitab Bulghatus - Salik dinyatakan : Pasal Jizyah : Harta yang dibebankan oleh Imam kepada orang kafir baik terhadap Ahli Kitab, orang Musyrik ataupun orang kafir selain mereka, walaupun kaum Quraisy.

Menurut Mahzab Syafi'i :
Didalam kitab A-Um, Asy-Syafi'i menyatakan : Majusi itu beragama selain agama berhala, tapi dalam sebagian agama mereka berbeda pula dengan Ahli Kitab dari Yahudi dan Nashrani sebagaimana Yahudi dan Nasrani berbeda pula dalam sebagian agama mereka. Dan Majusi itu berada disatu kawasan bumi yang Ulama Salaf penduduk Hijaz tidak mengenal agama mereka sebagaimana mereka kenalnya terhadap agama Nasrani dan Yahudi. Dan Majusi itu adalah Ahli Kitab Wallahu A'lam, mereka tercakup pada satu nama Ahli Kitab bersama Yahudi dan Nasrani.

Menurut Mazhab Hambali :
Didalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah menyatakan : Ahli Kitab dan Majusi diperangi sehingga mereka masuk Islam, atau mereka membayar Jizyah dalam keadaan hina, dan orang-orang kafir selain mereka diperangi hingga mereka masuk Islam.

4. Jihadul Murtaddien.

Perbuatan orang Murtad disebut Riddah.
Menurut bahasa : Riddah adalah mundur yaitu kembali dari sesuatu menuju sesuatu yang lain. jadi orang Murtad adalah orang yang kembali kepada kekafiran sesudah masuk Islam.
Menurut Syara' : Riddah ialah kembali dari Islam kepada kekafiran. Jadi Murtad bermakna orang yang menjadi kafir sesudah memeluk Islam, baik dengan ucapan, keyakinan, keraguan ataupun dengan perbuatan. Seseorang atau sesuatu kumpulan boleh menjadi Murtad dengan melalui salah satu dari beberapa sebab berikut ini, antara lain :

1. Mempersekutukan Allah apakah melalui I'tikad, ucapan ataupun perbuatan seperti sujud kepada berhala atau berjalan ke gereja dengan fesyen orang Nashrani.
2. Mengingkari agama Islam atau satu rukun padanya, atau mengingkari satu hukum Islam yang dapat diketahui secara daruri
3. Orang yang meng'itikadkan bahwa tidak wajib berhukum denga hukum yang diturunkan Allah.
4. orang yang meninggalkan Sholat karena mengingkari kewajibannya, dan demikian pula jika ia mengingkari kewajiban sholat walaupun tidak meninggalkannya.
5. Orang yang meninggalkan sholat karena kesombongan atau kedengkian.
6. Orang yang meninggalkan sholat karena meremehkan dan memandang hina terhadap sholat
7. Orang yang meninggalkan sholat, dan berterusan meninggalkannya hingga dibunuh
8. Orang yang meninggalkan sholat karena berpaling daripadanya, ia tidak mengakui kewajiban sholat dan tidak pula mengingkarinya.
9. Dan banyak lagi yang lainnya.

Perbuatan perbuatan diatas jika dilakukan oleh seorang yang baligh serta berakal, baik laki-laki maupun wanita dan perbuatan demikian dilakukan dengan inisiatif sendiri maka perbuatan itu menjadikannya Murtad.

Hukum mengenai orang murtad ini adalah dibunuh.

Firman Allah :
"Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya." (QS Al-Baqarah ayat 217)

"Sesiapa yang menukarkan agamanya maka bunuhlah ia." (HR Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

"Dari Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdul Qari dari bapanya, bahwa seorang laki-laki dari arah Abu Musa Al-Asy'ari telah datang kepada Umar ra, kemudian Umar ra berkata kepadanya: "Adakah sesuatau khabar dari sebelah barat?" Ia menjawab : " Ya...ada seseorang laki-laki menjadi kafir setelah ia memeluk islam." Umar berkata : "Apa yang telah kalian lakukan terhadapnya?"Ia menjawab: "Kami hampiri dia kemudian ia kami bunuh." Umar berkata: "Mengapa tidak kamu tahan selama 3 hari, kemudian kamu beri makan sepotong roti tiap harr, dan ia diminta bertaubat agar ia kembali kepada perintah Allah? ya...Allah, sesungguhnya aku masa itu tidak hadir, dan tidak menyuruh, dan aku tidak redha ketika khabar itu sampai kepadaku." (Riwayat Imam Malik didalam Al-Muwhata, dan Asy-Syafi'i)

Mengenai hukuman bagi perempuan yang murtad, Jumhur Fuqaha sepakat bahwa ia harus dibunuh juga kecuali menurut Mazhab Hanafi berpendapat bahwa ia harus ditahan masuk Islam kembali atau ditahan sampai mati.

"Telah thabit dari Abu Bakar ra : Bahwa beliau menghukum bunuh perempuan yang murtad." (HR Darquthuni)

"Bahwa seorang perempuan yang biasa dipanggil Ummu Ruman telah murtad dari Islam. Kemudian urusan itu sampai kepada Nabi, maka Nabi menyuruhnya bertaubat jika ia bertaubat maka ia bebas, sedangkan jika ia tidak bertaubat maka ia harus dibunuh."

Apakah memerangi orang yang murtad termasuk Jihad fie Sabillah dengan makna menurut syara'?
Ya..., memerangi orang murtad termasuk Jihad fie Sabilillah dengan makna menurut syara', karena ta'rif jihad sesuai baginya yaitu:
Memerangi orang kafir untuk meninggikan Kalimah Allah, sedangkan orang-orang murtad itu adalah orang-orang kafir dan memerangi mereka, untuk meninggikan kalimah Allah...bahkan Ibnu Qudamah penulis kitab Al-Mughni menetapkan bahwa memerangi kafir asli. Ibnu Qudamah berkata : mereka ini - yakni orang-orang Murtad - lebih berhak untuk diperangi, karena membenarkan mereka boleh jadi orang-orang seperti mereka membujuk uantuk menyerupai mereka dan murtad bersama mereka.

4. Jihadul Bughat al-Kharijin

Firman Allah :
"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS Al-Hujarat 9)

Sabda Nabi saw :
"Jika telah dibai'at bagi dua khalifah, maka bunuhlah yang terakhir diantara keduanya."

5. Jihadul Muhabirin al-Mufsidin

Firman Allah:
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan akhirat mereka akan mendapatkan siksaan yang besar. Kecuali orang-orang yang taubat (diantara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka: maka ketahuilah bahwasannya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Maidah 33-34)

Jihadul Munafiqin.

Yaitu Jihad menghadapi orang-orang munafiq dengan lisan, menegakkan hujjah atas mereka, mencegah mereka dari sikap kekafiran yang tersembunyi, menjauhkan segala permainan dan langkah-langkah mereka, dan menolak terhadap perbuatan dan perilaku mereka dsb. Dan Jihad terhadap mereka ini merupakan satu jenis dari Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar. (Insya Allah uraiannya akan dibahas dalam makalah tersendiri)

Jihaduz Zalimin

yaitu Jihad terhadap orang-orang Fasik, Zalim, Ahli bid'ah dan pelaku kemungkaran. Dan Jihad terhadap mereka ini termasuk satu jenis Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar. (Insya Allah uraiannya akan dibahas dalam makalah tersendiri)
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby melayu on Sat Mar 25, 2006 2:11 pm

adakah artikel ini dalam bentuk copy/paste?
atau dalam bentuk huraian dari kefahaman?

:matabulat:
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7108
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby karkuneze on Sun Mar 26, 2006 2:47 pm

Hik,hik,hik,

Copy paste lah bang, so macam mana pendapat tuan dengan copy paste tu? Banyak betul Jihad yang kita tinggalkan ye? Apa pun alasan kita apa yang dah fardhu 'ain dituntut ke atas kita, kita tak dapat lepas diri, ana pun rasa sedih kat ana sendiri yang tak dapat menjalankan apa yang diperintahkan. Kena taubat banyak-banyak dan disamping itu usaha le ana ni, mudah-mudahan apabila perkara agama yang kita tidak mampu buat Allah akan pilih kita buat.
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby karkuneze on Sun Mar 26, 2006 3:42 pm

Haaaaaaaa, ini ada satu lagi


APA ITU JIHAD
--------------------------------------------------------------------------------


TAKRIF Al-JIHAD MENURUT BAHASA
Al-Jihaad adalah Masdar dari fi'il Ruba'iy: Jaahada berdasarkan wazan fi'il yang bermakna Al-Mufaa'alatu min Thorfayin (Saling berbuat dari kedua belah pihak) seperti perkataan Al-Jidal yang bermakna Al-Mujaadalah masdar dari perkataan Jaadal . Dari fi'il Thulathi bagi perkataan Jihad adalah Jahida masdarnya Al-Jahdu artinya At-Thooqot (kekuatan), dan masdarnya Al-Juhdu artinya Al-Masyaqqot (jerih payah).

Dan didalam Lisanul Arab : dikatakan Al-Jahdu (Al-Jahd) artinya Al-Masyaqqot (jerih payah), dan Al-Juhdu (Al-Juhd) artinya At-Thooqot (kekuatan). Dan dalam Lisanul Arab juga terdapat perkataan Al-Jihaad maknanya : Istifrooghu maa fiil wus'i wattooqoti min qaulin aw fi'li (Mencurahkan segenap tenaga dan kekuatan baik berupa Ucapan maupun Perbuatan).

Penulis Munjid mengatakan: Jaahada Mujaahadatan wa Jihaadan artinya Badzala wus'ah (Mengerahkan tenaganya) dan asalnya: Badzala kullum minhumaa juhdahu fii daf'i shohibih (Masing-masing di antara keduanya mengerahkan kekuatannya dalam menolak pasangannya).

Dan didalam tafsir An-Naisabury : Dan yang shahih sesungguhnya Al-Jihaad adalah Badzlul Majhuudi fii Husuulil Maqshoudi (mengerahkan segala jerih payah untuk mencapai tujuan).

Dari beberapa makna bahasa diatas dapat diperoleh Ta'rif Lughowi yang merupakan hakikat lughowiyyah bagi perkataan Al-Jihaad yaitu: Al-Jihaadu Huwa Istifrooghul Wus'i fiil Mudaafa'ati Bayna Thorofaina Walau Taqdiiroon "Jihad adalah pengerahan kekuatan yang didalamnya saling tolak menolak antara dua kutub walaupun pada takdirnya (bukan pada zahirnya)."

Yang dimaksud dengan takdirnya ialah Jihadul Ihsan terhadap dirinya, yaitu: bahawa di dalam diri manusia itu ada dua kutub, ketika kedua keinginan yang saling berlawanan bertemu di dalam dirinya, maka masing masing berjihad untuk mengalahkan yang lain.

TAKRIF Al-JIHAD MENURUT ISTILAH SYARAK:

"Bahawasannya Jihad itu jika dinyatakan secara mutlak tanpa qayyid maksudnya adalah Qital (Perang) dan mengerahkan kemampuan daripadanya untuk meninggikan kalimatullah. Dan ta'rif Jihad yang lebih mendasar dan lebih mencakup adalah yang dinyatakan dalam Mazhab Hanafi yaitu: Mencurahkan kemampuan dan kekuatan dengan berperang di jalan Allah SWT, dengan jiwa, harta dan lisan dan selain itu." (Al-Kisani, Badai'u Ash-Shanai'i 9/4299)

Ibnu Rusyd mengatakan:
"Setiap orang yang meletihkan dirinya di dalam mentaati Allah, maka sungguh ia telah berjihad di jalanNya, kecuali bahawasanya perkataan 'Jihad fie Sabilillah' bila dinyatakan secara mutlak, maka dengan kemutlakannya itu tidak dapat diartikan selain dari: Memerangi orang orang kafir dengan pedang, hingga mereka masuk kedalam agama Islam atau membayar Jizyah dari tangan mereka, sedang mereka dalam keadaan hina." (Muqaddimah Ibnu Rusyd 1/369)

Dan perkataan 'fie Sabilillah' jika dinyatakan secara mutlak atas sesuatu perbuatan, yang dimaksud adalah Jihad yang maknanya Perang. Oleh karena itu kita lihat banyak para ulama penyusun berbagai kitab mencantumkan hadist-hadist yang mengandung perkataan 'fie Sabilillah' didalam bab-bab Jihad. Misalnya Hadist:

"Sesiapa yang berpuasa sehari fie sabilillah niscaya Allah menjauhkan mukanya dari api neraka 70 tahun perjalanan." (Fathul Bari no. 2840, Kitabul Jihad, Bab Fadlus Soum fie Sabilillah 6/47)

Untuk lebih menyakinkan kita rujuk kitab kitab: Shahih Bukhari, Sunan Nasai, Sunan Tirmidzi, At-Targhib wat Tarhib, dan lain-lain

Ibnu Hajar berkata:
"Dan yang tidak memerlukan pemikiran yang panjang untuk memahami lafaz 'fie sabilillah adalah Jihad."
karkuneze
Ahli Berdaftar
Ahli Berdaftar
 
Posts: 69
Joined: Sun Feb 19, 2006 10:57 am

Postby melayu on Sun Mar 26, 2006 10:20 pm

pendekkan cerita,
jika kata melayu berkenaan dengan JIHAD ni adalah memerangi HAWA NAFSU itu boleh ke?

kerana HAWA NAFSU ni luas.....

Luas macam langit.....

sebab dalam HAWA NAFSU ni ada macam macam...

contoh:

kata Nista... tuduh menuduh, adu domba, lawan bertumbuk, maki hamun...
dengki khianat, tamak haloba, gila mertabat kuasa dan sebagainya...

lebih kurang lah....

sebabnya masa macam sekarang ni lah, manusia kebanyakan nya nak yang mudah mudah...
nak yang cepat cepat... nak yang ringkas ringkas... macam pampers pakai buang...
dah habis pandai, di campak lah pulak, kemudian cari lagi... dapat buang, cari lagi...
berterusan gitu... macam ada yang tak kena lak...

HAWA NAFSU lah tu....

minima kan, kot nak buang pula tak boleh....

yang konpom tak ada hawa nafsu ni orang yang dah mati je....

kan?

bila lah agaknya mati...?

:oops:

p/s:

maaf kan melayu ni... rasa nya macam nak merapu je malam ni...

maaf ye...

brader sambung lah lagi...
melayu baca setakat yang mampulah...
:)
yang benar TETAP benar dan yang salah TETAP salah walau macam mana di pertikai kan....
kerana yang TETAP tidak akan pernah berUBAH... KEKAL IA selama nya..
User avatar
melayu
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 7108
Joined: Sun Apr 24, 2005 12:46 pm

Postby WARIS on Wed Mar 29, 2006 12:08 pm

GURU ANA KATA:

SKOP JIHAD TU LUASSSSSS.....GITU

GURU ANA KATA JUGA:

PENGAMAL JIHAD TU MENTAKRIFKAN JIHAD TU SEMPITTTTT...GITU

JIHAD BUKAN SURUH KITA PERGI MATI (PENGEBOM BERANI MATI) TAPI BERGI BERJUANG DAN DALAM PERJUANGAN TU KALAU MATI MAKA KIRA SYAHID LA ...TAPI MASIH AKAN DINILAI BERDASAR NIATNYA.
WARIS

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!

Sila layari: http://enwaris.blogspot.com/
WARIS
Ahli Kehormat
Ahli Kehormat
 
Posts: 9310
Joined: Wed Dec 28, 2005 4:03 pm

PreviousNext

Return to Bicara Siasah & Haraki

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest