AQ: Makna Kalimah Tayyibah Oleh Sayed Qutub

Koleksi rujukan & artikel pilihan. Pada anda yang ingin menyumbang artikel sila hantarkan kepada Anjung Siber, Bicara Kita atau mana-mana pengendali, ataupun tuliskan di mana-mana bicara di BMC.

AQ: Makna Kalimah Tayyibah Oleh Sayed Qutub

Postby Anjung Siber on Mon Feb 09, 2004 4:29 am

MAKNA KALIMAH TAYYIBAH
Manhaj Hidup Muslim
Sayyid Qutub

Saudara-saudara sesama Muslim!


Kita semua tahu bahawa seseorang sah menjadi Muslim dengan membaca satu rangkaian kalimat, yang sangat rumit dan hanya terdiri dari beberapa perkataan saja, yakni: La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah, Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah.

Dengan mengucapkan kata-kata yang disebut kalimah syahadah ini, seseorang mengalami perubahan yang besar dalam dirinya.

Dari seorang kafir ia berubah menjadi seorang Muslim. Sebelum membaca kalimah itu, ia adalah seorang yang kotor, tapi setelah mengucapkannya ia telah menjadi seorang yang suci. Dari seorang yang patut mendapat kemurkaan Allah, ia berubah menjadi orang yang dicintai Allah.

Sebelumnya ia dicatat untuk masuk neraka, tetapi sekarang pintu syurga terbuka baginya. Tidak sampai di sini saja: Kerana kalimah syahadah ini, terjadilah perubahan besar dalam hubungan antara manusia dengan manusia. Mereka yang membaca kalimah ini bersatu-teguh dalam satu kelompok, sedang mereka yang menolaknya terkumpul dalam kelompok yang lain.

Bila seorang ayah membaca kalimah tersebut sedangkan anaknya menolak untuk membacanya, terputuslah hubungan antara keduanya. Sang ayah bukan lagi ayah dari sang anak itu, dan sebaliknya sang anak bukan lagi anak dari sang ayah. Sang anak tidak lagi berhak untuk mewarisi harta sang ayah.

Bahkan ibu dan saudara-perempuan-nya juga akan mengenakan purdah dan menjauhkan diri daripadanya. Bila seorang, orang luar yang percaya kalimah syahadah menikah dengan seorang putri dari keluarga Muslim, ia dan anaknya mempunyai hak untuk mewarisi harta keluarga tersebut.

Tetapi sebaliknya, seorang anak yang lahir dalam keluarga Muslim tetapi tidak mahu percaya kepada kalimah tersebut akan terputus semua hubungannya dengan keluarganya.

Ini menunjukkan bahawa kalimah syahadah tersebut adalah suatu fenomena yang dapat mempertalikan hubungan antara seseorang dengan seorang yang lain yang sebelumnya tidak saling mengenal, dan memutuskan hubungan antara seseorang dengan sanak keluarganya. Kekuatan kalimah ini demikian besar hingga mampu mengalahkan kuatnya hubungan darah dan kekeluargaan.

MENGAPA TIMBUL PERBEDAAN YANG BESAR?

Marilah kita fikirkan sejenak, mengapa terjadi perbedaan yang demikian besar antara seorang manusia dan manusia yang lain? Ada apa dalam kalimah tersebut? Sekilas, kalimah syahadah itu tampaknya hanyalah sebuah kalimah yang terdiri dari huruf-huruf seperti K, A, L, I, dan beberapa huruf yang lain lagi.

Bila huruf-huruf itu digabungkan bersama-sama dan diucapkan dengan mulut, dapatkah terjadi suatu keajaiban yang dapat menimbulkan perubahan yang demikian radikal dalam diri seseorang? Dapatkah hal yang demikian kecil menimbulkan perbedaan, seperti langit dan bumi, antara seorang manusia dengan manusia yang lain?

Saudara-saudara!

Dengan sedikit pengertian sahaja, anda akan dapat mengatakan sendiri bahawa cuma sekadar membuka mulut dan mengucapkan beberapa suku-kata saja, tidak akan mungkin dapat menimbulkan akibat yang demikian besar.

Tidak syak lagi, orang-orang kafir, penyembah berhala, memang percaya bahawa dengan mengucapkan suatu mentera sahaja sebuah gunung akan boleh digerakkan, bumi dapat terbelah dan air boleh memancar keluar, meskipun tidak seorang yang dapat memahami erti mentera tersebut. Hal ini dikeranakan mereka percaya bahawa kekuatan mentera tersebut terletak dalam bunyi kata-katanya saja, hingga begitu mentera diucapkan, terjadilah keajaiban. Namun tidaklah demikian halnya dalam Islam.

Dalam Islam hal yang utama dalam sebuah kalimah yang diucapkan adalah maknanya. Pengaruh kata-kata terletak dalam ertinya. Bila kata-kata tidak punya erti dan tidak meresap dalam hati, dan tidak menimbulkan pengaruh yang kuat yang boleh menimbulkan perubahan dalam fikiran," akhlaq dan perbuatan orang yang mengucapkannya, maka sekadar mengucapkannya saja sama-sekali tidak akan ada faedahnya.

Saya akan menerangkan masalah ini dengan sebuah contoh yang sederhana.

Seandainya anda sedang menggigil kerana udara yang dingin dan anda lalu meneriakkan kata-kata "Kain! Selimut! Kain! Selimut!" maka kedinginan udara yang anda rasakan tidak akan berkurang meskipun anda meneriakkan kata-kata itu sejuta kali dengan menghitung tasbih. Tapi bila anda lalu mencari selembar seiimut dan menyelimuti tubuh anda dengannya, tentulah pengaruh udara yang dingin itu akan hilang.

Atau seandainya anda merasa haus dan anda berteriak sepanjang hari: "Air! Air", maka anda akan tetap saja merasa haus. Tapi bila anda mengambil segelas air dan meninumnya, tentu rasa haus itu akan hilang. Atau, contoh yang lain lagi, seandainya anda men-derita sakit demam dan untuk mengubatinya anda hanya menyebut-nyebut nama macam-macam tumbuh-tumbuhan yang biasanya direbus dan airnya diminum untuk menyembuhkan sakit demam; dengan cara ini jelas anda tidak akan sembuh.

Tapi bila anda benar-benar merebus tumbuh-tumbuhan tersebut dan meminum airnya, tentulah demam anda akan hilang. Nah, seperti inilah kedudukan kalimat syahadah itu. Mengucapkan kalimah itu di mulut saja, tidak akan dapat menimbulkan perubahan yang demikian besar, yang akan dapat menimbulkan perubahan yang demikian besar, yang mampu mengubah seorang kafir menjadi seorang Muslim, atau seorang yang kotor menjadi seorang yang suci, atau seorang yang terkutuk menjadi seorang yang tercinta, atau calon penghuni neraka menjadi calon penghuni syurga.

Perubahan seperti itu hanya mungkin terjadi, bila anda lebih dahulu memahami makna kata-kata dalam kalimah tersebut dan menanamkannya dalam fikiran anda. Lalu bila anda mengucapkan kalimat tersebut dan telah memahami ertinya, anda juga hams menyedari benar-benar bahawa dengan mengucapkannya anda telah membuat komitmen yang sangat besar di hadapan Allah dan seluruh dunia, dan memikul tanggung-jawab yang besar di atas pundak anda. Dan setelah memahami pengertian pernyataan anda itu, maka pemahaman itu mestilah menguasai seluruh hidup anda.

Dengan demikian, anda tidak akan membiarkan satu pun buah fikiran yang bertentangan dengan kalimah ini memasuki fikiran anda. Lalu anda harus memutuskan untuk seterusnya bahawa apa pun yang bertentangan dengan kalimah ini adalah bathil, dan hanya yang sesuai dengan kalimah ini sajalah yang benar.

Selanjutnya, kalimah ini harus menguasai seluruh persoalan hidup anda. Setelah mengucapkan kalimah ini anda tidak boleh lagi bebas untuk melakukan apa saja yang anda sukai, seperti orang-orang kafir. Setelah diikat oleh kalimah ini, anda harus menuruti apa saja yang diperintahkannya dan menjauhi apa saja yang dilarang nya.

Bila seseorang mengucapkan dan mempercayai kalimah ini, dengan cara yang seperti di atas, maka orang tersebut menjadi seorang Muslim yang sejati. Hanya dengan melalui proses yang demikian itulah akan terjadi perbedaan besar antara seorang manusia dengan manusia yang lain, seperti yang telah saya ceritakan kepada anda.

MAKSUD KALIMAH SYAHADAH

Sekarang marilah saya akan menerangkan maksud kalimah syahadah itu dan, juga, apa yang sebenarnya dinyatakan oleh seseorang dengan mengucapkan kalimah tersebut, dan kewajiban apa yang dipikulkan di pundaknya setelah ia membuat pernyataan tersebut.

Erti dari kalimah syahadah ialah bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad SaLlaLlahu'alaihi Wasallam adalah Utusan Allah.

Kata Allah dalam kalimah ini ber-erti Tuhan. Tuhan adalah Penguasa, Pencipta, Pemelihara dan Pemberi rezqi, yang mendengar do'a-do'a kita dan mengabul-kannya, dan patut kita puja. Setelah anda mengatakan la ilaha illallah. bererti,

Yang pertama, anda telah mengakui bahawa dunia ini tidak terwujud tanpa kuasa ciptaan Tuhan, tidak pula dunia ini mempunyai banyak Tuhan. Memang, dunia ini punya Tuhan, dan Tuhan itu hanyalah satu, dan tidak ada wujud lain yang mempunyai kekuasaan ketuhanan kecuali Dia.

Yang kedua, hal lain yang anda yakini ketika anda membaca kalimat ini adalah bahawa Tuhan anda itu adalah juga Tuhan seluruh dunia ini. Segala sesuatu yang anda miliki dan juga dimiliki oleh manusia seluruhnya adalah milik-Nya. Dia-lah yang menciptakan dan memberi rezqi seluruh alam ini. Hidup dan mati ada pada perintah-Nya. Kesusahan dan kesenangan juga datang dari Dia. Apa pun yang diperoleh seseorang sebenarnya adalah anugerah-Nya. Apa pun yang terlepas dari seseorang, sesungguhnya adalah kerana kehendak-Nya.

Hanya Dia-lah yang mesti ditakuti, hanya kepada-Nya-lah kita mesti memohonkan kemahuan dan kehendak kita, hanya di hadapan-Nya-lah kita wajib menundukkan kepala. Hanya Dia-lah yang berhak dipuja dan disembah. Kita tidak boleh menjadi budak atau pelayan dari siapa pun kecuali Dia, dan hanya Dia-lah yang wajib kita akui sebagai Tuan atau Penguasa yang berdaulat atas diri kita. Kewajiban kita yang sebenarnya adalah semata-mata menta'ati perintah-Nya dan mematuhi semua hukum-Nya dan menolak semua perintah dan hukum-hukum lain, selain yang datang daripada-Nya.

PERJANJIAN DENGAN ALLAH

Itulah perjanjian yang anda buat dengan Allah, kerana anda telah mengucapkan la ilaha illallah dan seluruh dunia ini menjadi saksi bagi anda.

Bila anda melanggar perjanjian ini, maka tangan dan kaki anda, setiap helai rambut dan bulu di tubuh anda, dan setiap makhluk di langit dan di bumi yang menjadi saksi atas ikrar anda itu, akan menjadi saksi bagi anda di depan pengadilan Allah kelak, di mana anda tidak akan mempunyai seorang pembela pun.

Tidak ada seorang pengacara pun yang akan memohonkan keringanan bagi anda, Bahkan para pengacara dan pembela, yang dalam pengadilan di dunia ini biasa mempermainkan celah-celah hukum, mereka itu kelak di hadapan Allah, akan diadili, seperti anda sendiri, tanpa disertai seorang pembela pun.

Pengadilan di akhirat itu, bukanlah semacam pengadilan yang akan membebaskan anda berdasarkan permohonan-permohonan yang tidak mempunyai dasar yang kuat, sumpah dan bukti-bukti serta dokumen-dokumen palsu. Di dunia ini anda boleh menyembunyikan kejahatan anda dari pengetahuan polis dunia, tetapi anda tidak boleh berbuat demikian terhadap polis Allah. Polis dunia boleh disuap tetapi polis Allah tidak.

Seorang sakti pada pengadilan dunia boleh memberikan bukti-bukti palsu, tetapi saksi-saksi Allah sama sekali tidak akan mengajukan kepalsuan. Para penguasa di dunia ini boleh berbuat tidak adil, tetapi Allah adalah Penguasa Yang Maha Adil. Dan barangsiapa yang telah diperosokkan ke dalam penjara Allah tidak akan dapat melarikan diri.

Adalah tolol sekali, bahkan merupakan ketololan yang paling besar, bila anda membuat perjanjian palsu dengan Allah. Kerana itu sebelum membuat perjanjian ini, anda mesti berfikir dengan cermat, dan setelah perjanjian itu anda buat, anda harus memenuhinya dengan cermat pula. Kalau anda memang berkeberatan untuk memenuhi perjanjian itu, lebih baik anda tidak membuatnya sama-sekali, kerana tidak ada seorang pun yang memaksa anda untuk mengucapkan janji hanya di mulut saja, kerana suatu perjanjian yang kosong dan hampa tidaklah ada gunanya.

MENERIMA BIMBINGAN RASUL

Setelah la ilaha illallah, anda mengucapkan Muhammadur Rasulullah, yang bererti anda menerima Muhammad SaLla Llahu'alaihi Wasallam sebagai Rasul yang menyampaikan hukum Allah kepada anda.

Setelah anda mengakui Allah sebagai Tuan dan Yang Berwenang atas diri anda, maka anda perlu tahu apa saja yang diperintahkan-Nya.

Pekerjaan-pekerjaan apa yang perlu anda lakukan untuk membuat-Nya senang kepada anda, dan perbuatan-perbuatan apa saja yang mesti anda jauhi agar tidak terkena murka-Nya. Aturan hidup mana yang harus anda ikuti untuk memperoleh ampunan-Nya, dan hukum mana, yang tidak boleh anda langgar, yang bila anda langgar anda akan memperoleh hukuman-Nya?

Allah telah menunjuk Muhammad SaLlaLlahu'alaihi Wasallam sebagai Utusan-Nya, untuk menerangkan masalah-masa-lah ini dan mengirimkan Kitab-Nya dengan perantaraannya. RasuluLlah. Hidup menurut aturan yang sesuai dengan perintah-perintah-Nya, dan dengan demikian menjadi teladan bagi semua orang Muslim bagaimana harus mengatur hidup mereka.

Jadi, ketika anda mengatakan Muhammadur RasuluLlah, bererti pada saat itu anda telah menyatakan kesediaan anda untuk mengikuti aturan dan hukum yang diberikannya dan menolak aturan dan hukum yang bertentangan dengan aturan dan hukumnya.

Setelah menyatakan kesediaan ini, anda lalu tidak mematuhi aturan dan hukum yang diberikannya, dan mengikuti aturan serta hukum buatan manusia di dunia ini, maka anda adalah seorang pendusta dan seorang penipu yang paling besar di dunia. Kerana, anda telah memasuki Islam dengan mengucapkan kesaksian bahawa hukum yang dibawa oleh RasuluLlah SaLlaLlahu'alaihi Wasallam adalah satu-satunya hukum yang benar bagi anda, dan bahawa anda akan mengikutnya dengan setia.

Kerana kesaksian itu, anda menjadi saudara bagi orang-orang Muslim, menerima warisan dari orang tua anda, menikah dengan wanita Muslim, anak-anak menjadi keturunan anda yang sah, memperoleh hak untuk mendapat pertolongan dari setiap dan seluruh orang Muslim, memperoleh zakat dan mendapat perlindungan bagi hidup, harta-benda, kehormatan dan nama baik anda.

Dan bila dengan mendapatkan ini semua, anda lalu mengingkari janji anda, maka adakah keculasan yang lebih besar di dunia ini daripada yang anda lakukan itu? Bila anda tahu makna la ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, dan menyatakan beriman kepadanya serta memahami maksudnya; maka dalam setiap keadaan, anda harus mengikuti hukum Allah, meskipun polis atau pengadilan di dunia ini — mungkin — memaksa anda berbuat tidak demikian.

Apabila seseorang mengira bahawa melanggar hukum Allah tidaklah apa-apa, kerana polis, tentera, pengadilan dan penjara Allah tidak kelihatan di dunia ini, maka saya akan mengatakan dengan tegas bahawa orang tersebut telah memberi kesaksian syahadah yang palsu. Dia telah menipu Tuhan-nya, seluruh dunia, seluruh kaum Muslimin dan juga dirinya sendiri.

TANGGUNGJAWAB YANG TIMBUL DARI PENGUCAPAN KAL1MAH SYAHADAH

Saudara-saudara dan sahabat-sahabatku semua!


Baru saja saya menjelaskan kepada anda makna kalimah syahadah. Sekarang dalam konteks ini saya ingin mengajak anda untuk memperhatikan satu segi yang lain lagi dari masalah ini.

Anda mengakui bahawa Allah adalah Tuan anda dan juga Tuan dari segala sesuatu. Apakah ertinya ini?

Ini bererti bahawa hidup anda bukanlah milik anda sendiri tetapi adalah milik Allah. Tangan anda bukanlah milik anda sendiri; juga mata anda, telinga anda dan seluruh anggota badan anda. Sawah yang anda bajak, kerbau atau sapi yang membantu anda bekerja, harta benda dan barang-barang yang anda manfaatkan — semua itu bukanlah milik anda sendiri.

Segala sesuatu adalah milik Allah, dan telah diberikan kepada anda sebagai pemberian.

Setelah mengakui kenyataan ini, apa hak anda untuk mengatakan bahawa "hidup adalah milik saya, tubuh adalah milik saya, harta benda adalah milik saya, ini dan itu adalah milik saya?" Menyatakan bahawa anda adalah pemilik dari sesuatu setelah mengatakan bahawa pemiliknya adalah orang lain adalah suatu hal yang tidak masuk akal.

Bila anda dengan jujur betul-betul menyakini bahawa Allah adalah Pemilik segala sesuatu, maka ada dua hal yang menjadi kewajiban bagi anda. Yang pertama, adalah bahawa apabila pemilik segala sesuatu adalah Allah, dan anda hanya-lah orang yang dipercayai untuk mempergunakan segala sesuatu yang diberikan-Nya kepadamu, maka anda harus menggunakannya secara betul-betul sesuai dengan perintah Pemilik-nya.

Bila anda menggunakannya dengan cara yang ber-tentangan dengan kehendak-Nya, bererti anda telah menipu-Nya dengan terang-terangan. Padahal, anda bahkan tidak berhak untuk menggerakkan kaki dan tangan anda dengan cara yang berlawanan dengan kehendak-Nya.

Anda tidak boleh memasukkan apa saja yang bertentangan dengan perintah-Nya ke dalam perut anda. Anda tidak berhak menggunakan tanah dan harta-benda anda secara berlawanan dengan kehendak Pemiliknya.

Isteri dan anak-anak anda, yang kata anda adalah milik anda mereka menjadi milik anda hanyalah kerana diberikan oleh Allah. Kerana itu, anda tidak berhak memperlakukan mereka sekehendak hati anda, tapi mestilah secara yang diarahkan oleh-Nya. Bila anda melakukan hal-hal yang bertentangan dengan petunjuk-Nya, bererti anda telah merampas hak Allah.

Sebagaimana anda menyebut orang yang menguasai tanah orang lain tanpa hak sebagai per amp as, maka demikian pula halnya, anda akan disebut perampas bila anda menganggap pemberian Allah sebagai milik anda sendiri dan memperguna-kannya menurut kemauan anda sendiri atau kemauan orang lain, selain Allah. Bila anda merasa rugi kerana berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak Allah, biarkanlah demikian. Anda tidak boleh merasa berkeberatan bila nyawa anda hilang, kaki dan tangan anda puntung, anak-anak anda mati, dan wang serta harta-benda anda musnah. Mengapa anda harus merasa sedih? Bila Pemilik-nya sendiri menghendaki musnahnya barang-barang tersebut, itu adalah hak-Nya sendiri.

Tapi bila anda kehilangan barang-barang tersebut kerana melakukan hal yang bertentangan dengan kehendak Pemilik-Nya, tentu saja anda bersalah kerana anda telah membuat rosak milik orang lain. Anda bukanlah pemilik nyawa anda sendiri. Kalau anda mati kerana memenuhi kehendak Allah, maka anda hanyalah sekadar menjalankan kewajiban anda terhadap-Nya saja. Tapi bila anda mati kerana melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak-Nya, maka perbuatan anda itu dapat disebut pengkhianatan.

MENERIMA ISLAM BUKAN BERERTI MENGUNTUNGKAN ALLAH

Selanjutnya, bila sesuatu yang diberikan Allah kepada anda, anda pakai untuk mengerjakan sesuatu yang diperintahkannya, anda sebenarnya tidaklah memberikan keuntungan bagi siapa pun; tidak bagi Allah, tidak pula bagi orang lain. Bila anda memberikan sesuatu atau mengerjakan sesuatu, atau bahkan mengorbankan hidup anda, Demi Dia — hal ini mungkin bagi anda adalah sesuatu yang sangat besar — maka anda tidaklah mendatangkan keuntungan bagi seorang pun. Apa yang terjadi paling-paling hanyalah anda kehilangan atau mengorbankan sesuatu yang telah diberikan Allah.

Apakah ini sesuatu yang dapat dibanggakan dan harus memperoleh pujian dan dijadikan dasar untuk mengakui kebesaran seseorang? Anda hendaklah menyedari bahawa seorang Muslim sejati tidak akan pernah merasa bangga kerana memberikan sesuatu untuk suatu hal yang dikehendaki oleh Allah atau kerana mengerjakan suatu pekerjaan untuk-Nya.

Sebaliknya, seharusnya ia akan merasa makin rendah hati. Kerana, kebanggaan menghilangkan nilai suatu perbuatan yang baik. Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang baik dengan maksud untuk memperoleh pujian atau penghargaan tidak berhak untuk memperoleh pahala dari Allah. Kerana, ia hanya mencari imbalan di dunia ini dan telah mendapatkannya di dunia ini.

ANUGERAH ALLAH DAN KELAKUAN KITA

Saudara-saudara!


Hendaklah saudara fikiran betapa besarnya anugerah Allah kepada anda semua. Dia mengambil dari anda, apa yang sebenarnya adalah milik-Nya sendiri, tapi Dia mengatakan; "Aku beli ini daripadamu dan Aku akan membayar harganya". Allahu Akbar! Maha Besar Allah! Alangkah Maha Pemurahnya Dia, Al-Qur'an mengatakan:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Muslim, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka ..." (Surah Al-Taubah: Ayat 111)

Inilah sikap Allah terhadap anda. Sebaliknya, lihatlah tingkahlaku anda sendiri. Anda menjual kepada orang-orang lain sesuatu yang merupakan pemberian Allah kepada anda, dan yang juga telah dibeli-Nya dari anda dengan pembayaran harganya. Dan harga yang anda terima dari orang-orang lain itu pun juga cuma harga yang sedikit saja.

Pembeli-pembeli anda menyuruh anda bekerja dengan cara yang bertentangan dengan kehendak Allah. Anda mengabdi kepada mereka dan menganggap mereka sebagai pemberi rezki anda. Anda jual kepada mereka otak anda, kaki dan tangan anda, tenaga dari tubuh anda, dan segala sesuatu yang dikehendaki oleh orang-orang yang durhaka terhadap Allah itu.

Adakah perbuatan yang lebih kurang-ajar daripada yang anda lakukan itu? Menjual sesuatu yang sudah dibeli orang lain adalah suatu kejahatan dan pelanggaran hukum yang terang-terangan. Mereka yang melakukannya diadili oleh pengadilan-pengadilan di dunia ini dengan tuduhan menipu. Maka, apa-kah anda mengira bahawa orang-orang yang begini tidak akan dituntut didepan pengadilan Allah kelak?
Anjung Siber
Ahli Kanan
Ahli Kanan
 
Posts: 151
Joined: Sun Feb 08, 2004 2:51 am

Return to Rujukan & Artikel Pilihan

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests